Perum Perumnas kini sedang sibuk-sibuknya membangun hunian baru di sejumlah lokasi menarik. Salah satu cara yang dilakukan pemain lama di properti ini adalah dengan membangun hunian terintegrasi transportasi yang dilakukan bersama PT KAI.

Salah satu lokasi premium yang dikerjakan dua perusahaan pelat merah ini ada di kawasan stasiun Pondok Cina Depok yang tengah memasuki progres pembangunan gedung apartemen dua tower.

Proyek yang dimaksud adalah Mahata Margonda yang sudah mencapai 30% pembangunan dan diproyeksikan selesai pada semester satu tahun depan. “Nantinya akan terdapat 2 tower dengan jumlah hunian yang dibangun di Mahata adalah 898 unit apartemen,” ujar Anna Kunti Direktur Pemasaran Perum Perumnas.

Terdiri dari dua tower, tower pertama Bauran terdiri dari 436 unit dan telah terjual sebanyak 95% serta tower 2 Galileo sebanyak 462 unit. Tipe unit hunian yang disediakan pun beragam seperti tipe Studio, 1 Bedroom, dan 2 Bedroom. Rencananya, serah terima unit kepada konsumen akan dilakukan pada 2021. “Kami sangat serius dalam mengawal proyek ini,” papar Anna.

konsep yang diusung Perum Perumnas bersama KAI ini tergolong baru di Indonesia khususnya di kota Depok. Diharapkan, dengan konsep ini  ini akan mengubah gaya hidup masyarakat Indonesia semakin praktis. Anna pun menyampaikan, konsep hunian ini memudahkan mobilisasi masyarakat dalam beraktifitas. Terlebih pembangunan ini akan dilengkapi dengan area retail dan fasilitas umum yang semuanya terintegrasi dalam satu kawasan, sehingga penghuni dapat melakukan berbagai aktivitas sehari-hari karena ada ruang sosialisasi bagi para penghuni.

“Sebagai wujud keseriusan kami lainnya dalam membangun hunian terintegrasi transportasi Commuter Line Stasiun Pondok Cina yaitu dengan meluncurkannya Tower Galioleo sebagai tower kedua Mahata Margonda. Antusias masyarakat yang cukup tinggi, memacu kami untuk meluncurkan tower kedua Mahata Margonda ini,” tukas Anna lagi.

Sinergi Apik Perumnas

Proyek yang bersinergi dengan PT KAI ini tidak hanya menempel langsung dengan stasiun, tetapi akan terkoneksi langsung dengan Universitas Indonesia melalui skybridge. Selain terintegrasi dengan transportasi KRL di Stasiun, pengembangan hunian dengan konsep terintegrasi ini juga akan dilengkapi area retail juga sarana lainnya dalam satu lokasi untuk menunjang aktivitas penghuni nantinya. Tidak hanya itu, lokasinya pun berdekatan dengan beberapa universitas disekitarnya.

“Kami juga tetap pada misi kami dalam penyediaan rumah terjangkau di setiap proyek kami, tidak terkecuali di proyek Mahata Margonda ini yang dislotkan sekitar 20 hingga 30 persen”, ujar Anna.

Mahata Margonda akan menjadi landmark terbaru di Depok nanti khususnya di Jalan Margonda Raya, karena selain memiliki lokasi yang sangat strategis dekat dengan gerbang tol Margonda yang akan segera dibuka dan terkoneksi langsung dengan tol Cijago nanti. Kedepannya, diharapkan dengan sinergi BUMN dalam rangka penyediaan rumah pada konsep hunian terintegrasi ini lebih merata dapat diterapkan di seluruh Indonesia.

Sehingga tidak hanya penurunan angka backlog perumahan dapat teratasi, namun peningkatan kapasitas rumah terjangkau dengan kualitas yang baik semakin meningkat dan rencana pemerintah pada program Satu Juta Rumah dapat terealisasi dengan cepat.

Perum Perumnas sendiri dikenal merupakan salah satu BUMN yang mempunyai tugas pokok menyediakan perumahan dan pemukiman bagi masyarakat menengah ke bawah. Beberapa kawasan pemukiman skala besar telah dibangun melingkupi area Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi yang kini telah berkembang, menjadi kota baru dan berfungsi sebangai kota penyangga ibukota Jakarta. Dengan memiliki cakupan area operasional dari sabang sampai marauke, Perumnas terbagi menjadi 8 regional strategis. Perumnas telah membangun di lebih dari 187 kota dan 400 lokasi di seluruh Indonesia.