Sahabat Perumnas tentu sudah mengetahui informasi program perumahan murah yang digagas pemerintah. Pemerintah pun terus berinovasi bekerja sama dengan bank untuk menyukseskan program tersebut. Demi mencapai target rumah untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), pemerintah mulai menempuh beberapa langkah konkret.

Melakukan Pendataan Lebih Rinci

Syarif Burhanuddin, selaku Direktur Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), menyatakan aspek pendataan Program Sejuta Rumah akan lebih diperhatikan oleh pemerintah.

a�?Apa yang digaungkan dari (program) Sejuta Rumah harus dipertanggungjawabkan, lengkap lokasinya. Bukan barang a�?asal bapak senanga�� saja,a�? tutur Syarif saat diskusi Program Percepatan Sejuta Rumah seperti yang dikutip dari situs Kompas.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan sudah ada 1,2 juta unit perumahan murah yang berhasil dibangun. Jumlah tersebut juga sudah dilengkapi dengan 6 juta sambungan listrik bagi rumah yang dimiliki MBR. Dapat disimpulkan Program Sejuta Rumah murah sejauh ini berlangsung lancar dan mampu memfasilitasi kebutuhan MBR secara tepat guna.

Selain mendapatkan data dari BPS, Kemenpupera juga mengumpulkan data Program Sejuta Rumah dari Asosiasi Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), Real Estate Indonesia, serta bank yang bekerja sama dalam program tersebut. Karena itu, pemerintah daerah harus bisa menunjukkan bukti Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) jika sudah membangun rumah menggunakan anggaran daerahnya. Hal ini akan mendukung akurasi pendataan jumlah rumah dalam Program Sejuta Rumah.

Baca Juga :A�Persepsi Keliru tentang Penjualan Perumahan Murah

Perusahaan Induk BUMN Bidang Perumahan

Perusahaan induk (holding) BUMN Bidang Perumahan diharapkan dapat mendukung Program Sejuta Rumah secara efektif. Perusahaan ini akan terdiri atas gabungan empat perusahaan besar, termasuk Perumnas. Perusahaan induk nantinya memiliki target, standar, dan sistem kerja khusus yang lebih efisien dalam mendukung Program Sejuta Rumah.

Sahabat Perumnas yang belum berkesempatan memiliki rumah pribadi pun akan merasakan manfaat dari kebijakan ini. Ini karena naiknya kapasitas produksi rumah membuat distribusi perumahan murah semakin tepat sasaran.

Terhitung hingga akhir Agustus 2016, perusahaan induk BUMN tersebut masih dalam tahap perencanaan dan persiapan gugus kerja. Semua persiapan dilakukan dengan matang agar target launching pada Januari 2017 dapat segera diwujudkan.

Perusahaan induk BUMN ini akan mulai membangun 100.000 unit rumah murah sejak awal 2017. Tentu saja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga patut dipersiapkan dengan matang untuk mendukung semua perencanaan ini; agar mampu merealisasikan Program Sejuta Rumah pada tahun-tahun selanjutnya.

Realisasi rencana Program Sejuta Rumah yang sedang dimatangkan pemerintah menjadi kesempatan bagi MBR untuk meningkatkan taraf hidup. Tentu saja informasi ringan ini akan menjadi solusi bagi Sahabat Perumnas yang ingin memiliki rumah, namun terkendala dana.

Sumber:

properti.kompas.com/read/2016/08/29/170000321/Angka.Sejuta.Rumah.Tak.Akurat.Pemerintah.Bikin.Data.Sendiri

properti.kompas.com/read/2016/08/29/130000921/Pemerintah.Sejuta.Rumah.Bukan.Hal.Mustahil

properti.kompas.com/read/2016/08/31/220000021/.Holding.BUMN.Perumahan.Siapkan.Strategi.Bangun.100.000.Rumah