JAKARTA a�� Rencana perumusan koefisien luas bangunan (KLB) dari 3,5 (satu bangunan terdiri dari 12 lantai) yang akan dinaikkan menjadi 6 (satu bangunan bisa mencapai ketingggian 24 lantai atau bahkan 30 lantai) pada bangunan Rumah susun sederhana milik (Rusunami) berpotensi menurunkan harga jual unit Rusunami.

Muhammad Nawir, Direktur Pemasaran Perum Perumnas, mengatakan harga satuan unit Rusunami bisa menjadi lebih murah apabila KLB ditetapkan menjadi 6, mengingat harga lahan terutama di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, sudah terlalu mahal. Perum Perumnas dia jelaskan, berencana melanjutkan pembangunan 1.000 tower Rusunami pada 2013.

“Harga satuan Rusunami secara umum yang ditetapkan pemerintah sebesar 216 juta rupiah, sedangkan harga unit Rusunami khusus mencapai sekitar 144 juta rupiah, kalau KLB dikembalikan menjadi 6 seperti pada 1997 pada masa Gubernur Sutiyoso, maka harga Rusunami sekarang bisa lebih murah,” kata Nawir di Jakarta, Rabu (20/2). Semakin banyaknya lantai yang dibangun dia jelaskan, memungkinkan unit bertambah dua kali lipat dari aturan KLB 3,5, sehingga harga jual Rusunami dapat lebih ditekan.

Perum Perumnas kata dia, pada 2013 berencana membangun Rusunami di sejumlah wilayah, di Jakarta Rusunami akan dibangun di Cengkareng sebanyak 8 tower, sedang di Kemayoran bakal dibangun 2 tower. Lainnya akan dibangun Rusunami di Sentra Timur, Bekasi, dan Bandung. “Total kira-kira pada tahun ini kami bangun sebanyak 20 tower Rusunami,” tambah Nawir.

Selain itu, sejumlah proyek-proyek skala besar lainnya dia jelaskan juga mulai dikembangkan seperti, pembangunan permukiman di Driyorejo Jawa Timur di atas lahan seluas 450 hektare (ha), dan di Medan di atas lahan seluas 850 ha. Di samping itu, pembangunan rumah sederhana tapak (RST) di 75 kabupaten/kota di Indonesia dengan total kontrak pembangunan rumah pada tahun ini sekitar 20 ribu unit.

Sementara, Perum Perumnas rencananya juga tengah mempersiapkan kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia untuk membangun proyek apartemen, di atas lahan milik PT KAI dengan menggunakan pola sewa jangka panjang 30 tahun yang bisa diperpanjang. Masing-masing terdapat di Tanjung Barat (Jakarta Selatan), dan Dago (Bandung). Lahan yang terletak di Tanjung Barat, merupakan lahan yang berada dekat stasiun kereta api.

Di Tanjung Barat dua tower apartemen sederhana dengan lantai bagian bawah yang dimanfaatkan sebagai area komersil seperti ruko yang bisa disewa untuk. Sedang, di Bandung lokasinya berada di jalan protokol, Perum Perumnas berencana membangun hotel yang dikombinaskan dengan kondotel juga apartemen serta area komersil. (Koran Jakarta)