JAKARTA Investor Daily – Perum Perumnas mengajukan penyertaan modal negara (PMN) di atas Rp 1 triliun guna memperkuat kapasitas perusahaan dalam membangun rumah murah untuk rakyat.

Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief menjelaskan, dana tersebut diperlukan untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas perusahaan dalam menyediakan perumahan bagi masyarakat.

“Kami sedang ajukan PMN, tapi tentu harus dibahas dulu. Kami ajukan di atas Rp 1 triliun,” ujar Himawan di Jakarta, Selasa (16/ 10).

Dana PMN tersebut diharapkan dapat diperoleh Perumnas pada tahun depan untuk membiayai kebutuhan investasi Perumnas yang bakal meningkat 25% dari kebutuhan tahun ini sebesar Rp 640 miliar.

“Tujuan kami untuk meningkatkan kapasitas. Sekarang ini kebutuhan perumahan sangat tinggi. Nah, bagaimana dari sisi pasokan, pengembang pemerintah harus punya kapasitas cukup besar. Untuk dapat memperbesar kapasitasnya, Perumnas perlu tambahan modal,” jelas dia.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengajukan usulan tambahan empat BUMN untuk mendapatkan PMN pada tahun anggaran 2013. Ke-empat BUMN itu adalah PT Permodalan Nasional Madani, PT Hutama Karya, Perum Perumnas, dan PT Pegadaian.

“Penambahan PMN kepada BUMN diarahkan tidak hanya menyelamatkan atau perbaikan struktur modal, namun peningkatan kapasitas usaha mewujudkan BUMN sebagai engine of growth,” tutur Dahlan dalam RDP bersama Komisi VI, akhir September lalu.

Dahlan mengatakan, penyertaan modal bagi Permodalan Nasional Madani dilakukan untuk mendukung pengembangan kredit usaha mikro dan menengah.

PMN bagi Perumnas bertujuan mempercepat pertumbuhan rumah murah. Sedangkan PMN bagi Pegadaian diharapkan dapat membantu penyaluran pembiayaan dengan bunga yang lebih rendah, dan Hutama Karya ber tujuan untuk mempercepat pembangunan jalan tol.

Dalam RAPBN 2013, pemerintah mencantumkan PMN kepada PT Askrindo dan Perum Jamkrindo sekitar Rp 2 triliun, PT Perusahaan Pengelola Aset Rp 2 triliun, dan PT Geo Dipa Energi Rp 500 miliar.

Himawan menjelaskan, jika PMN disetujui DPR, Perumnas menargetkan dalam lima tahun ke depan bisa membangun hingga 100 ribu rumah per tahun dari saat ini hanya belasan ribu. Untuk tahun depan, Perumnas menargetkan dapat membangun 20 ribu rumah.

Pembangunan perumahan, selain mampu memenuhi kebutuhan rumah, juga bisa memberikan menciptakan lapangan pekerjaan dan multiplier effect lainnya.

Pada saat ini, kebutuhan perumahaan yang belum dapat dipenuhi mencapai 30 juta perumahan dan permintaan terhadap rumah tiap tahunnya mencapai 800 ribu.

Selain mengajukan PMN, Perumnas juga tengah menyiapkan opsi pendanaan lainnya, berupa penerbitan obligasi. “Obligasi kami masih lihat, tapi yang terpenting PMN ini dulu, kalau PMN lebih dulu, itu lebih baik,” tambah dia. (ID/agustiyanti)