JAKARTA, KOMPAS.com – Demi menyiasati keterbatasan landbank, Perum Perumnas akan memanfaatkan lahan tidur milik sesama perusahaan pelat merah untuk dibangun perumahan. Adapun lahan yang dibidik adalah milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) (PT KAI) dan Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD).

Kami belum memutuskan apakah akan membeli atau hanya memakai lahan tersebut.

— Kamal Kusmantoro

Direktur Produksi Perumnas Kamal Kusmantoro menuturkan, pihaknya telah meneken nota kesepahaman (MoU) dengan KAI. Mulai tahun depan, Perumnas akan memanfaatkan lahan milik KAI seluas 1,6-2 hektare (ha) di dekat stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Berstatus lahan pinjaman, di atas lahan tersebut Perumnas akan mendirikan dua menara rusun yang terdiri dari 800 unit. Selain itu, perusahaan akan melengkapi stasiun dengan fasilitas komersial. Sedangkan, untuk penggarapan lahan milik PPD belum bisa ditetapkan waktunya. Ini lantaran, Perumnas belum menandatangani MoU dengan PPD. Namun, yang pasti, PPD punya lahan kosong seluas 6 ha di Ciputat, Tangerang.

“Kami belum memutuskan apakah akan membeli atau hanya memakai lahan tersebut,” ujar Kamal ketika ditemui di Jakarta, Senin (27/8/2012).

Sebelumnya, Perumnas juga sudah meneken MoU dengan perusahaan pelat merah lainnya, yaitu PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Dalam kesepakatan itu, Perumnas bakal menggarap lahan seluas 800 ha di Medan. Namun, pembangunan baru bisa dimulai tahun depan, lantaran Perumnas hendak membentuk anak usaha dulu.

“Kami memang lebih banyak kerjasama dalam upaya mencari lahan, terutama untuk bangun rusun,” jelas Kamal.

Saat ini, Perumnas tercatat masih memiliki landbank seluas 1.900 ha, yang tersebar di seluruh Indonesia. Adapun proyek terbaru Perumnas pada semester kedua tahun ini, yaitu meneruskan pengembangan superblok Sentra Timur Residence di Pulo Gebang dengan luas total 40 ha. Perusahaan menggarap proyek ini dengan menggandeng PT Bakrieland Development Tbk, di mana Perumnas menggenggam 49% saham.

“Kami akan masuk tahap ketiga, yaitu Sentra Timur Niaga,” papar Kamal.

Fasilitas komersial ini menempati lahan seluas 8,7 ha. Perumnas akan mendirikan hotel bintang tiga dan area ritel di lokasi tersebut. Fasilitas komersial itu bakal melengkapi enam menara rusun yang sudah lebih dahulu berdiri di Sentra Timur Residence.