SEMARANG, suaramerdeka.com – Masih besarnya potensi perhotelan di kota Semarang dilirik Perum Perumnas. Perusahaan pelat merah ini berencana mendirikan hotel berbintang empat semester pertama 2013.

“Potensi bisnis perhotelan di Semarang masih besar. Semester pertama tahun ini kami akan melakukan pembangunan. Dijadwalkan rampung pada akhir 2014 mendatang,” ungkap Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto, Rabu (16/1).

Hotel tersebut, kata dia, nantinya akan dioperasikan oleh anak usaha Perumnas yaitu PT Propernas Griya Utama. Selain di Semarang, kota Bandung juga menjadi incarannya membangun hotel berbintang empat.

Selain mendirikan dua buah hotel, Perum Perumnas, tambah dia, juga sedang menjalin kerjasama dengan PTPN II untuk menggarap 17 ribu rumah murah. Nantinya, 60%-70% rumah tersebut bakal dijual untuk pasar kelas menengah ke bawah. “Bila tidak berubah dari jadwal, pemancangan tiang pertama bakal dilakukan Mei 2013 ini,” katanya.

Meskipun akan membangun hotel, namun Perum Perumnas juga agresif menggarap rumah mungil tipe 27.

Perum Perumnas menyambut baik keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan ketentuan batas minimal ukuran rumah tipe 36 meter persegi yang berhak menerima subsidi pembiayaan dalam bentuk fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Menurut Arief, sebelum Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman diberlakukan, Perumnas telah membangun tipe rumah yang lebih kecil dari tipe 36. “Dari dulu kita sudah bangun di bawah itu, tipe 27, namun dengan adanya UU tersebut maka kami mengubah rencana bisnis,” katanya.