JAKARTA, KOMPAS.com – Perum Perumnas menargetkan mampu membangun sekitar 25 menara rumah susun sederhana milik (rusunami) hingga akhir 2013. Sejumlah rusun tersebut akan tersebar di Jakarta dan Bekasi.

Ini bagian dari program pemerintah yang mencanangkan pembangunan sekitar 200 tower dalam 2-3 tahun ke depan.
— Himawan Arief Sugoto

“Tahun ini kami proyeksikan sebanyak 25 tower. Ini bagian dari program pemerintah yang mencanangkan pembangunan sekitar 200 tower dalam 2-3 tahun ke depan,” kata Dirut Perumnas Himawan Arief Sugoto, di sela acara pemancangan tiang pertama menara 4 dan 5 di Rusun Bandar Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (21/3/2013). Himawan menjelaskan, pembangunan rusunami tower 4 dan 5 bisa ini terwujud karena sinergi Kementerian BUMN, Kemenpera, Pemprov DKI Jakarta dan PT Hutama Karya sebagai coordinator sector. “Nantinya akan dilanjutkan dengan pembangunan lebih banyak tower rusunami di Jakarta. Pembangunan menara rusun di Bandar Kemayoran ini merupakan lanjutan program pembangunan yang belum terealisasi karena kendala teknis,” ujar Himawan. Adapun menara A4 dan A5 Rusunami Bandar Kemayoran ini menyediakan 512 unit hunian yang dijual khusus dengan harga khusus. Masing-masing unit tersebut memiliki 1 kamar tidur dan 1 ruang keluarga serta kamar mandi. Sementara 122 unit komersial tidak dijual, tetapi disewakan sebagai subsidi. Dia menegaskan, pihaknya telah menyampaikan proposal kepada Gubernur DKI Jakarta tentang program pembangunan 200 menara rusunami di atas lahan milik Perumnas maupun Pemerintah DKI Jakarta di kawasan baru, peremajaan rumah susun tua, penataan kawasan kumuh dan padat penghuni. “Rencananya hari ini akan dibahas di kantor Gubernur DKI,” katanya. Ia menjelaskan, pembangunan Rusunami akan direalisasikan di sejumlah lokasi seperti di Cengkareng, Tanah Abang, Sentral Timur Bekasi. “Biaya pembangunan satu tower rusunami rata-rata berkisar Rp 50 miliar – Rp 60 miliar, yang sumber pendanaannya berasal dari internal Perumnas dan dana program bina lingkungan BUMN,” ujarny