Jakarta, 28 Juli 2019 – Perumnas sebagai satu-satunya BUMN yang berkecimpung di sektor properti terus dalam upayanya untuk melakukan berbagai terobosan untuk menghadirkan hunian yang tidak hanya terjangkau bagi masyarakat Indonesia namun juga memiliki kualitas yang baik dan mampu untuk diserap oleh pasar secara cepat. Itulah yang memotivasi kami dalam melakukan beragam sinergi dengan instansi lain, salah satunya dengan PT Kereta Api Indonesia dalam menghadirkan hunian terintegrasi transportasi KRL, atau bahasa kerennya ‘hunian nempel stasiun’, ujar Anna Kunti Direktur Pemasaran Perum Perumnas di sela-sela peluncuran tower Prasada II Mahata Tanjung Barat, Jakarta (28/7).

Kami melihat animo yang luar biasa pada proyek yang dinamai Mahata Tanjung Barat ini dengan sudah sold out-nya tower tipe subsidi dan terjual sekitar 85% untuk 1 tower tipe komersial, terangnya. Sehingga saat ini kami meluncurkan tower komersial berikutnya, dengan total unit hunian sekitar 440 unit yang dipasarkan mulai harga Rp 500 juta an.

Sampai saat ini pembangunan fisik sudah mencapai level 7 dari level basement dan target konstruksi dapat diselesaikan di semester kedua tahun 2020, lanjut Anna. Lain dari itu target serah terima konsumen akan bertahap dilaksanakan mulai pertengahan 2021.

Proyek yang berdiri diatas 1.5 ha lahan yang berada tepat di Stasiun Tanjung Barat Jakarta ini, menelan biaya sekitar Rp 720 Milliar. Tidak hanya berlokasi di area startegis Jakarta Selatan yang dilengkapi dengan beragam komersial area, park and ride dan amphitheater, tetapi juga memiliki direct connectivity tidak hanya ke Stasiun Tanjung Barat tetapi juga AEON Mall. Terdapat 3 tipe unit
yang ditawarkan, studio, 1 bedroom dan 2 bedroom dengan ukuran 21 sqm hingga 46 sqm.

Berdasarkan survey market yang kami lakukan secara internal, tercatat sekitar 52.24% backlog terdapat di Jakarta; namun disisi lain lahan di Jakarta semakin meroket naik harganya setiap tahunnya. Ini yang memacu kami untuk menyiasati setiap idle asset yang dimiiki BUMN/D di area Jakarta khususnya untuk dapat dikerjasamakan dan dioptimalisasi menjadi hunian dengan harga terjangkau, papar Anna. Di lain pihak semakin tidak terelakkannya kemacetan menuju pusat kota Jakarta, menurut data Kemenhub, di tahun 2024 akan terjadi konsumsi waktu hingga 4 jam dari kota penyangga seperti bogor tangerang menuju Jakarta dengan menggunakan mobil. Sehingga hunian terintegrasi transportasi KRL ini menjadi salah satu kunci jawaban masyarakat Indonesia untuk lebih
efisien dalam kesehariannya, lanjutnya.

Dengan sudah dikantonginya IMB Fondasi di tahun 2018 dan dilanjut dengan IMB definitif, kami optimis tahapan konstruksi proyek Mahata Tanjung Barat ini akan selesai sesuai yang telah ditargetkan, tegas Anna.

Beragam balutan promo juga memeriahkan peluncuran tower Prasada II Mahata Tanjung Barat ini. Mulai dari discount hingga Rp 75 juta pada harga perdana hingga KPA dengan tingkat bunga special, 4.5% fix 1 tahun.

Kami berharap kedepannya konsep hunian terintegrasi ini dapat ditelurkan ke kota-kota besar lainnya di Indonesia secara nasional, sehingga tidak hanya tingkat kemacetan yang dapat ditanggulangi namun juga polusi udara juga dapat dikurangi secara signifikan, tutup Anna.

Akses Press Release : Link Download (PDF)

(2019 – Div. Komunikasi Korporasi)