emakin mahalnya hunian di Jakarta mendorong masyarakat mencari alternatif rumah di pinggiran Jakarta. Waktu tempuh ke Jakarta selalu menjadi kendala bagi masyarakat yang tinggal di luar Jakarta, tetapi bekerja di ibu kota.

Namun, kendala itu kini teratasi dengan dikembangkan hunian Transit Oriented Development (TOD), hunian yang dikembangkan di dekat sarana transportasi publik. Masyarakat yang tinggal di luar Jakarta, nantinya akan mudah menjangkau tempat kerjanya di ibu kota dengan memanfaatkan transportasi publik, seperti kereta commuter.

Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebutkan pengembangan hunian TOD merupakan inovasi dalam penyediaan rumah vertikal dilokasi strategis.

Dicontohkan, untuk membangun rumah tapak sebanyak 1.200 unit, lahan yang diperlukan sangat luas dan tidak semua bisa dibangun, karena 40 persennya dibatasi koefisien lantai bangunan dan diperuntukan bagi ruang terbuka hijau. “Walaupun rumit dan banyak tantangan berat, pembangunan Rusun TOD harus berkualitas,” kata Basuki saat groung breaking pembangunan rusunami Tanjung Barat Jakarta, belum lama ini.

Bagi yang berminat, setidaknya telah dikembangkan 5 lokasi hunian berkonsep TOD, meliputi Tanjung Barat Jakarta Selatan, Pondok Cina Depok, Jurang Mangu, Tangerang Selatan, Rawa Buntu, Tangerang Selatan dan  Cisauk, Kabupaten Tangerang

1. Rusunami Tanjung Barat.

Rusunami Tanjung Barat dikembangkan Perum Perumnas dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan menyediakan sebanyak tiga menara dengan total meliputi 1.232 unit.

Sebanyak 289 unit akan diperuntukan secara khusus bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pembangunan yang ditargetkan selesai dalam 2 tahun ini menelan investasi Rp 705 miliar.

2. Rusunami Pondok Cina Depok

Rusunami di Pondok Cina, Depok dikembangkan Perumnas terdiri dari empat menara dengan total sebanyak 3.693 unit. Rusunami berkonsep TOD ini dibangun di atas lahan seluas 27.706 m2. Untuk membangun proyek ini, Perumnas menginvestasikan dana sebesar Rp 1,45 triliun.

3. Rusunami Rawa Butu.

Rusunami TOD Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan dikembangkan
Selatan juga dilakukan Perum Perumnas diatas lahan seluas 24.626 m2 sebanyak 6 tower dengan total hunian sebanyak 3.632 unit. Pada tahap pertama dibangun sebanyak 3 tower terdiri dari 1.816 unit terbagi menjadi 330 hunian subsidi dan 1.486 hunian non subsidi.

4. Rusunami TOD Jurangmangu,

Rusunami TOD Jurangmangu dibangun oleh PT HK Realtindo, anak usaha BUMN PT. Hutama Karya (Persero). Rencananya di atas lahan seluas 4,6 hektare akan dibangun sebanyak 4.510 unit yang juga terdiri atas 6 tower.

Pembangunan hunian vertikal ini akan dilakukan dalam dua tahap, yakni tahap pertama akan dibangun 1.500 unit rusunami. Sementara untuk tahap kedua, akan dibangun sekitar 2.300 unit rusunami. Pembangunanya diharapkan tuntas pada 2023.

5. Rusunami TOD Cisauk.

Rusunami TOD Cisauk Kabupaten Tangerang dikerjakan oleh oleh PT. Adhi Karya (Persero) Tbk sebanyak 2.641 unit yang terbagi dalam 6 tower. Tahap pertama dibangun 832 unit terbagi menjadi 300 unit hunian subsidi dan 532 unit hunian non subsidi.

 

Sumber : https://www.jawapos.com/properti/03/03/2019/cari-hunian-terjangkau-dekat-stasiun-kereta-ini-bisa-jadi-pilihan