Rangkaian acara penganugerahan Perumnas Award 2013 telah selesai dengan dilaksanakannya benchmarking para pemenang ke Singapura pada Oktober silam.Benchmarking kali ini peserta diajak untuk menemui 3 instansi besar di Singapura yang berkaitan dengan industry property disana. Pertemuan pertama mengunjungi building & construction authority (BCA), suatu lembaga yang bertugas dibawah Ministry of National Development untuk melakukan asesmen terhadap kualitas bangunan. BCA diwakili oleh Mr. Goh Wee Hong selaku deputy director memperkenalkan peserta dengan metode asesmen mereka yang disebut CONQUAS, yang meliputi 3 komponen utama dalam pengukuran seperti konstruksi, M&E dan arsitektur. Dalam mensosialisasikan CONQUAS, pengawas lapangan dapat dibekali dengan mengikuti semacam short course yang diselenggarakan oleh BCA Academy.

Pertemuan kedua diterima oleh Mr.Tay Heng Hock Louis, Managing Director Surbana, instansi yang berpengalaman selama 50 tahun dalam membentuk lanskap perkotaan di Singapura. Potensi kerjasama yang bisa terjalin di bidang konsultasi perencanaan proyek khususnya di bidang urban planning design untuk proyek Perumnas. Menengok ruang operasi Surbana yang digunakan dalam kesehariannya, sangat kompak dan efektif. Ruangan yang dipenuhi dengan layar monitor menunjukkan laporan real time, mulai dari keluhan penghuni rusun terkait unit yang mereka tinggali sampai dengan prasarana dan sarana sekitar yang memang menjadi tanggung jawab pengembang. Bahkan waktu respon untuk masing-masing keluhan yang masuk dapat termonitor sehingga dapat diukur produktivitas layanan yang diberikan kepada penghuni.

Instansi terakhir yang dikunjungi adalah CPG, kependekan dari Corporatized Publicwork Group, yang diterima oleh Design Director Architecture Mr. Cheong Yew Kee dan Managing Director Mr. See Joo How. Perusahaan yang berusia lebih dari 100 tahun, karena merupakan departemen pekerjaan umum pada awal masa kemerdekaan Singapura, kini telah menjadi perusahaan private dan dimiliki oleh investor asal China. Bidang yang digeluti adalah pengembangan dan pengelolaan penyedia jasa terkemuka di kawasan Asia Pasific, pengalaman dan proyek sudah meluas hingga ke pelososk Asia dan menyeberang Eropa dan Afrika. Peluang kerjasama yang dapat dijalin adalah design perencanaan proyek hingga ke investasi pengelolaan rusun dan rusunami.

Sisa waktu yang dihabiskan peserta di Singapura digunakan untuk mengunjungi sejumlah proyek rusun, diantaranya town council Ang Mo Kio yang telah beroperasi cukup lama dan Punggol yang merupakan daerah pengembangan baru. Town Council adalah perwakilan dari penghuni yang ditugaskan untuk mengelola lingkungan dengan dana yang diperoleh dari iuran penghuni, subsidi pemerintah dan unit bisnis yang mereka kelola seperti persewaan parkin dan lainnya.

Dari pengalaman peserta tersebut, kita dapat menyimpulkan tujuan pemberian reward bagi karyawan teladan pemenang Perumnas Award 2013. Di masa transformasi, Perumnas perlu memiliki Sumber Daya Manusia yang bersifat terobosan. Tidak seperti anak tangga yang bertahap, lopatan quantum lebih diharapkan berupa lompatan yang melampaui ekspektasi dalam batas kewajaran atau toleransi yang biasa diterima. Dan sepertinya tujuan itu tercapai dalam agenda benchmark kali ini. Tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tapi juga menunjukkan terobosan-terobosan apa yang bisa diambil untuk mewujudkan Perumnas Baru yang dicita-citakan. Peningkatan kompetensi sepertinya sudah tidak asing di telinga karyawan Perumnas.Namun untuk mencapai cita-cita transformasi, yang dibutuhkan bukan sekedar peningkatan kompetensi tapi juga pengembangan kapabilitas SDM maupun organisasi.

Kedua hal ini yang kurang lebih disebut sebagai upaya mendefinisi ulang kode DNA dalam buku re code DNA oleh Rhenald Khasali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *