Sahabat Perumnas tentu tahu ungkapan tetangga adalah saudara terdekat. Ketika kita sedang mengalami kesulitan di rumah, tentu tetangga yang lebih dulu menghampiri dan membantu. Karena itu, menjaga hubungan baik dengan tetangga tentu sangat penting.

Ketika pindah ke perumahan murah setelah membeli rumah, ada banyak hal yang patut dilakukan selain membereskan rumah agar siap huni. Salah satu hal penting adalah membangun hubungan baik di lingkungan rumah baru. Berikut lima tips sederhana yang akan membantu Sahabat Perumnas berbaur dengan lingkungan rumah baru.

  • Sapa Semua Orang

Hal satu ini sangat sederhana. Sahabat Perumnas tentu belum mengenal semua tetangga baru di perumahan. Mungkin saja yang baru berpapasan dengan Sahabat Perumnas adalah istri ketua RT atau tetangga yang dianggap sesepuh.

Jangan ragu untuk menyapa semua orang yang dilihat. Bila merasa kesulitan menyapa dengan panggilan, tunjukkan senyum dengan gestur sopan dan bersahabat. Hal ini akan mencairkan interaksi Sahabat Perumnas dengan tetangga baru.

  • Mengadakan Syukuran

Selain ungkapan syukur atas kelancaran kepindahan, acara syukuran juga bertujuan mengakrabkan hubungan Sahabat Perumnas dengan warga setempat. Dengan mengundang semua tetangga, Sahabat Perumnas menunjukkan iktikad untuk menjalin hubungan baik dengan warga sekitar.

Jika ada yang berhalangan hadir, segera berikan hantaran ke rumah mereka. Perilaku sederhana ini juga menunjukkan bentuk kesopanan dalam memulai pergaulan di lingkungan rumah baru.

Baca Juga :A�Persepsi Keliru tentang Penjualan Perumahan Murah

  • Berpartisipasi dalam Kegiatan Lingkungan

Dalam lingkungan tempat tinggal tentunya ada berbagai kegiatan sosial. Sahabat Perumnas tidak perlu ragu berpartisipasi dalam kegiatan seperti ini. Beberapa kegiatan itu antara lain ronda, pengajian, acara lomba, dan kerja bakti. Berpartisipasi dalam kegiatan tersebut membuat Sahabat Perumnas lebih mengakrabkan diri dan menjalin hubungan lebih baik dengan warga setempat.

  • Hindari Hal yang Mengganggu

Terkadang hal sepele di lingkungan tempat tinggal bisa memicu konflik. Menyetel musik terlalu keras, memanaskan kendaraan dalam waktu lama, atau bersih-bersih hingga aliran air kotor menggenang di depan rumah tetangga adalah beberapa contohnya.

Tinggal di lingkungan sosial artinya Sahabat Perumnas harus mempertimbangkan keberadaan warga lain dalam bertindak. Usahakan untuk selalu menghindari hal-hal yang mungkin akan mengganggu agar tidak terjadi kesalahpahaman dengan warga lainnya.

Rukun hidup bertetangga bukan perkara tinggal di perumahan murah atau mahal. Selain bangunan rumah yang nyaman dan siap huni, Sahabat Perumnas juga harus mampu beradaptasi. Sempurnakan kehadiran Sahabat Perumnas dan keluarga sebagai warga baru menjadi suatu pengalaman menyenangkan.

Sumber:

charterforcompassion.org/index.php/shareable-community-ideas/neighborly-advice-what-does-it-take-to-be-a-good-neighbor

getreading.co.uk/news/local-news/group-chance-mingle-new-neighbours-4238264

vemale.com/relationship/keluarga/48664-5-tipe-tetangga-paling-menyebalkan-mungkin-tetangga-anda-juga.html