Tiga proyek hunian murah milik Perumnas di tiga lo­kasi berbeda segera beroperasi. Ketiganya yakni rusun Kema­yoran, Sentraland Cengkareng, dan Grand Sentraland Karawang.

“Tiga proyek yang progresnya cukup signifikan adalah menara apartemen Grand Sentraland Karawang. Sudah topping off,” kata Direktur Pemasaran Perum­nas Muhammad Nawir di Jakarta, akhir pekan lalu.

Proyek hunian vertikal Perum­nas itu rencananya akan memiliki empat menara yang dibangun dalam beberapa tahapan. Total hunian yang terbangun nantinya pada tahap pertama sebesar 1.511 unit dan 25 unit kios.

“Hunian ini kami jual dengan harga mulai dari Rp199 juta, su­dah dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti kolam renang, mini market, jogging track, dan fitness center,” katanya.

Sementara proyek lainnya ada­lah rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) di kawasan Cengka­reng, Jakarta Barat. Di lahan seluas 200 hektar itu akan berdiri 5 blok yang terdiri dari 20 menara.

Proyek itu menelan investasi sekitar Rp300 miliar dan bangu­nan vertikal berjumlah total seki­tar 4.000 unit ditawarkan dengan harga mulai Rp 240 juta untuk tipe studio dengan luas 22,3 meter.

General Manager Sentraland Cengkareng Ronald Navtriansyah mengatakan angsuran pembaya­ ran dapat diakses melalui KPA senilai Rp 2,4 juta selama 15 ta­hun. Menurutnya dengan kawa­san yang mulai ramai di Pedong­kelan, Cengkareng Timur, sejak dipasarkan akhir tahun lalu, su­dah ada kenaikan harga sebanyak dua kali. “Kalau untuk yang pa­ling mahal, dulu harganya Rp 500 juta, sekarang Rp 600 juta,” jelas­nya.

Perumnas juga akan meluncur­kan menara A5, rusunami Bandar Kemayoran Jakarta. Hunian itu, kata Nawir sesuai untuk Masya­rakat Berpenghasilan Rendah (MBR) karena sudah siap huni dengan harga subsidi mengguna­kan program pemerintah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Peruma­han atau FLPP.

Harga yang ditawarkan sekitar Rp259 juta dengan luasan 27,6 meter persegi bertipe 1 kamar tidur. Rusunami menara A5 ber­jumlah 288 unit, dan dibangun bersamaan dengan proyek komer­sial dengan total 68 unit kios. Perum Perumnas menawarkan unit hunian vertikal di Karawang, Jawa Barat, dengan uang muka (down payment/DP) hanya sebe­sar Rp9 juta. Besaran uang muka itu berlaku bagi harga rumah yang ditawarkan pihaknya mencapai Rp199 juta.

Masih di tempat yang sama, Yohana Verawaty, Manajer De­partemen Promosi Perumnas, mengatakan harga hunian di Karawang sudah tak memungldn­kan untuk menggunakan harga subsidi. Pasalnya apabila meng­gunakan ketentuan skema fasilitas likuiditas pembiayaan peruma­han (FLPP), harga jual berkisar Rp7,4 juta per m2.

Meski demikian, Perumnas me­nawarkan harga yang lebih ren­dah daripada hunian komersial lainnya dengan pertimbangan Karawang sebagai kota peker­ja. Dia menjelaskan semestinya DP untuk apartemen komersil setidaknya 20 persen atau sekitar Rp40 juta1Namun untuk mem­beri kemudahan, kami bekerja sama dengan sejumlah per­bankan yakni Bank BJB dan Bank BTN menawarkan pembayaran uang muka hanya sebesar Rp9 juta,” katanya. (vit)

Sumber : Indo Pos (22/5/2017)