Perumnas sudah memulai pembangunan proyek transit oriented development (TOD) di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan, bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), Selasa (15/8/2017). TOD adalah konsep pengembangan hunian yang diintegrasikan dengan sentra-sentra kegiatan massal dan/atau hub transportasi umum sehingga mobilitas di perkotaan bisa diringkas dan efisien, problem sosial dan lingkungan bisa ditekan.

TOD Tanjung Barat merupakan proyek TOD stasiun pertama yang digarap Perumnas yang akan disusul pengembangan TOD serupa di stasiun-stasiun KAI lain yang dinilai potensial.

Di luar itu Perumnas juga akan mengembangkan TOD yang diintegrasikan dengan pasar tradisional baik baru maupun yang diremajakan (renewal). Untuk proyek ini Perumnas bekerja sama dengan misalnya, PD Pasar Jaya, BUMD pengelola pasar milik Pemprov DKI Jakarta.

“Kami sudah MoU (meneken nota kesepahaman) dengan Pemprov Jakarta untuk mengembangkan tiga proyek. Bentuknya rumah susun (rusun) yang dibangun di atas pasar. Kami mengembangkan hunian itu sekaligus merevitalisasi pasarnya. Nanti yang beli boleh masyarakat umum atau pemilik kios (di pasar tersebut). Jadi, rumah dan tempat usaha ada di satu lokasi,” kata Muhammad Nawir, Direktur Pemasaran Perumnas, di sela-sela pemancangan tiang pertama (ground breaking) TOD Tanjung Barat itu. “Tiga proyek TOD pasar itu juga akan ground breaking tahun ini,” ujarnya.

Yaitu, TOD Pasar Grogol, Jalan Mawardi Raya, Jakarta Barat, seluas 12.195 m2 yang akan berisi 1.276 unit rusun dan 1.704 unit kios di lantai-lantai bawah. Lokasinya hanya sekitar 1 km dari Stasiun Grogol, 370 m dari halte Transjakarta (busway) Sumber Waras, dan 1,3 km ke bakal stasiun MRT Grogol (dalam pembangunan). MoU proyek ini sudah ditandatangani.

Berikutnya TOD Pasar Cempaka Putih seluas 10.042 m2 yang akan berisi 1.109 unit hunian dan 1.107 unit kios, serta TOD Blok G Pasar Tanah Abang yang belum dipublikasikan rencana pengembangan detailnya.

“Baik di TOD stasiun maupun pasar, yang dipasarkan adalah kombinasi unit hunian bersubsidi dengan komersial. Harganya sekitar Rp9 jutaan per meter (m2) untuk unit bersubsidi dan Rp16 jutaan untuk unit komersial. Persentase jumlah unit yang bersubsidi dan non subsidi belum ditentukan. Yang pasti proyek TOD ini akan terus kami perbanyak di stasiun dan pasar,” jelas Nawir.

sumber : http://www.housing-estate.com