Pameran properti menjadi ujung tombak pengembang dalam memasarkan produknya. Di saat pasar sedang lesu acara pameran menjadi media paling efektif  untuk mengenalkan produk kepada konsumen. “Kegiatan pameran juga untuk menunjukkan bisnis ini harus terus berjalan karena merupakan urat nadi perekonomian,” ujar Wakil Ketua Umum  REI Bidang Komunikasi, Publikasi, dan Pameran, Ikang Fawzi, saat pembukaan REI Expo 2017 di Jakarta Convention Center (JCC),  Jakarta, akhir pekan lalu.

Pameran property yang diselenggarakan REI bersama PT Debindomulti Adhiswasti (Debindo) ini akan berlangsung selama 9 hari mulai 15 – 23 April 2017. Menurut Direktur Utama Debindo Dwi Karsono, pameran yang diikuti 50 pengembang di 87 lokasi itu menargetkan transaksi sebesar Rp1 triliun dengan jumlah pengunjung 40 ribu orang. “Target ini turun dari target transaksi pameran tahun lalu yang mencapai Rp1,47 triliun,” katanya.

Kendati pesertanya lebih sedikit keragaman produk yang ditawarkan cukup banyak. Di ajang pameran konsumen bisa mendapatkan rumah murah seharga Rp140 jutaan. Lokasinya di Maja, Lebak, Banten, dan Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.  Ikang menyebutkan pameran kali ini lebih membumi dengan memasarkan properti untuk masyarakat bawah.

sumber : Housing-Estate.com