Pasar apartemen pada triwulan pertama 2017 didominasi permintaan segmen menengah dan menengah bawah. Untuk segmen lebih atas kondisinya tidak bagus cenderung stagnan.

“Tingkat penjualan apartemen mencapai 67 persen dengan mayoritas penjualan dari kelas menengah dan menengah bawah. Untuk segmen premium belum terlihat ada peningkatan dan belum ada suplai produk baru,” ujar Luke Rowe, Head of Residential JLL Indonesia, saat paparan property market update kuartal pertama 2017 di Jakarta, Rabu (5/4).

Segmen menengah bawah yang aktif dipasarkan berada di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat. Pergerakan harganya juga stagnan, ada peningkatan tapi tidak berarti. Ini disebabkan pasar belum merespon karena konsumen masih hati-hati terutama kalangan investor. Menanggapi kondisi pasar seperti ini beberapa pengembang melakukan perencanaan ulang atau reposisi pasar. Tahun ini mereka lebih optimis karena sektor properti diuntungkan kondisi makro yang cukup baik dan pembangunan infrastruktur yang cukup gencar.

“Tahun ini situasi prices flat masih akan berlanjut dan belum akan ada pertumbuhan yang signifikan pada beberapa bulan ke depan. Waktu paling realistis untuk pertumbuhan sektor properti adalah pada akhir tahun 2017 dan kemungkinan tingkat penjualan sektor apartemen akan bisa meningkat dari porsi 67 persen saat ini,” imbuhnya.

Sumber: http://www.housing-estate.com