Kalangan stake holder properti sudah berulang-ulang menyatakan bahwa tahun ini menjadi momentum membaiknya sektor ini. Mereka mengemukakan sejumlah indikator yang menjadi dasar optimismnya. Yang cukup siginifikan adalah belanja pemerintah (government spending) terutama pembangunan proyek-proyek infrastruktur. Proyek infrastruktur nilainya sangat besar dan menyedot tenaga kerja dalam jumlah banyak.

“Sangat erat korelasinya antara government spending dengan peningkatan perekonomian. Terlebih lagi pemerintah sekarang sangat realistis dengan kebijakan fiskalnya, logical, bisa dicerna dan dicapai, pada akhirnya kredibilitas dari fiskal tersebut sangat baik untuk pasar dan perekonomian,” ujar Agung Prabowo, Head of Investment Banking USB Investment Bank Indonesia, pada acara property outlook 2017 yang diselenggarakan Farpoint di Jakarta, Rabu (15/3).

Berbeda dengan periode 2011-2013 yang pergerakannya seperti rollercoaster, tahun ini peningkatannya lebih stabil sesuai kondisi riel pasar. Setidaknya perkembangan awal tahun ini lebih baik dibanding dengan kondisi bisnis properti dua tahun terakhir. Agung mengakui program tax amnesty saat ini belum berdampak signifikan terhadap sektor property tapi dalam jangka panjang sangat positif. Tax amnesty akan memicu terjadinya aliran dana yang pada akhirnya akan menstimulasi pasar.

“Itu belum termasuk elaksasi loan to value (LTV), tren penurunan suku bunga, dan berbagai paket kemudahan ekonomi. Ini membuat fundamental kita menjadi lebih baik dan ke depan bisnis properti juga membaik,” imbuhnya.

Sumber :Housing-estate.com