JAKARTA — Perum Perumnas tahun 2015 ini menargetkan akan membangun 25.000 unit rumah kata Direktur Utama Perum Perumnas Himawan Arief Sugoto. Namun kata dia kapasitas Perumnas lebih dari itu, target tersebut masih bisa ditingkatkan bila diperlukan.

Kepada wartawan usai menghadiri pertemuan dengan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla atau yang akrab dipanggil JK di kantor Wakil Presiden RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2015), Himawan mengatakan bila diperlukan untuk mensukseskan program 1 juta unit rumah yang dicanangkan pemerintah, Perumnas siap membangun 40.000 sampai 50.000 unit rumah. “Kecuali nanti kami dapat penugasan daro pak menteri PU Pera (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono), kita menargetkan 40.000 – 50.000 (rumah),” katanya. Rumah tersebut rencanannya diperuntukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MPR), berbentuk rumah tapak mau pun rumah susun. Rumah tersebut peruntukan dan fungsinya sama seperti rumah lain yang merupakan bagian dari program pembangunan 1 juta unit rumah.

Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), Maryono dalam kesempatan yang sama mengatakan pihaknya siap membantu mensubsidi bunga dari kredit kepemilikan rumah dalam program pembangunan 1 juta unit rumah itu. Namun ia belum bisa menentukan berapa besarannya. “Belum ditentukan subsidi bunganya, nanti akan kita hitung lagi dengan ketat berapa subsidi bunganya,” ujar Maryono Saat ini BTN masih melaksanakan program subsidi bunga dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan bunga flat 7,25 persen selama 20 tahun. Ia berharap bunga yang harus dibayar masyarakat bisa di bawah 7,25 persen. “Subsidi bunga ini akan yang dibayar oleh masyarakat berpenghasilan rendah,” tandasnya.

Tribunnews.com