Jakarta – Perum Perumnas akan kembali menggarap tiga proyek rumah susun berkonsep transit oriented development (TOD) setelah memulai groundbreaking TOD di Stasiun Tanjung Barat dan Stasiun Pondok Cina.

Direktur Pemasaran Perum Perumnas, Muhammad Nawir, mengatakan pihaknya akan kembali memperoleh tanggung jawab mengembangkan proyek serupa di stasiun Rawa Buntu, Pesing, dan Stasiun Klender. Di antara ketiganya, rampaknya stasiun Rawa Buntu yang akan lebih dahulu direalisasikan.

Untuk membangun lebih banyak hunian TOD, Perum Perumnas telah memiliki ekuitas senilai Rp 3 triliun, dengan Rp 1,5 triliun di antaranya berupa Penanaman Modal Negara (PMN). Namun BUMN perumahan itu juga masih memiliki kapasitas pendanaan Rp 7 triliun ke depannya melalui pinjaman perbankan.

Menurut Nawir, TOD kehadiran hunian yang terintegrasi di atas stasiun diharapkan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan masyarakat terdorong menggunakan transportasi umum dengan harga yang lebih terjangkau. Nantinya di sekitar TOD ini Perumnas juga akan mengalokasikan tempat bermain anak, klinik, tempat ibadah dan balai warga.

Pengguna moda transportasi commuter line sudah mencapai 1.024.000 orang per hari. Angka ini akan terus meningkat hingga mencapai target sebesar 1,2 juta penumpang per hari pada 2019.

Menurut Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Edi Sukmoro, konsep TOD akan memudahkan mobilisasi masyarakat dalam beraktivitas. Terlebih pembangunan ini akan mengefesiensikan biaya transportasi penghuni karena terintegrasi langsung dengan kereta.

Perumahan juga akan dilengkapi dengan area komersial dan fasilitas umum yang semuanya terintegrasi dalam satu kawasan, sehingga penghuni dapat melakukan berbagai aktivitas sehari-hari karena ada ruang sosialisasi.

Diharapkan, hunian berkonsep transit oriented development (TOD) dapat dikembangkan lebih banyak Iagi ke depannya. Tldak hanya terintergrasi dengan moda transportasi kereta api saja, namun juga dapat terintegrasi dengan moda transportasi lainnya.

Sumber:bisnis.tempo.co