VIVAnews – Perum Perumnas mendapatkan tugas baru membangun properti di aset-aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang saat ini tidak digunakan atau belum dimanfaatkan.

Salah satunya, membangun rumah susun sederhana milik atau rusunami di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) di dekat Stasiun Lenteng Agung, Jakarta.

Direktur Utama Perum Perumnas, Himawan Arief, menjelaskan, perusahaan saat ini sedang melakukan konsultasi hukum terkait sinergi BUMN itu, yakni antara Perumnas dan BUMN lain yang asetnya belum dimanfaatkan.

“Salah satunya dengan PT KAI. Kami kembangkan apartemen di lahan milik BUMN kereta api itu, konsepnya HGB (Hak Guna Bangunan) di atas HPL (Hak Peruntukan Lahan). HGB itu nanti Perumnas, sementara HPL masih milik PT KAI,” kata Himawan saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin 23 Juli 2012.

Himawan menambahkan, lokasi rusunami tersebut berada di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Rencananya, Perumnas akan membangun rusunami dua tower di atas lahan seluas satu hektare dan dana yang dianggarkan sebesar Rp250-300 miliar. “Untuk konstruksi pembangunan dua menara saja, menghabiskan dana sebesar Rp150-200 miliar,” ujarnya.

Konsep rusunami di dekat stasiun, dia melanjutkan, merupakan best practices negara-negara lain, di mana pusat permukiman dibangun dekat dengan stasiun kereta api, sehingga orang tidak perlu lagi menggunakan kendaraan pribadi.

Selain menggarap lahan milik PT KAI, Himawan mengungkapkan, Perumnas juga akan menggarap lahan milik Perum PPD (Pengangkutan Penumpang Djakarta). PPD memiliki dua lahan yang saat ini menjadi pool bus di Ciputat dan Ciracas.

“Kami masih akan lihat, apakah cocoknya untuk apartemen atau niaga, karena luasnya mencapai enam hektare,” katanya.

Sementara itu, Perum Perumnas sendiri mencatat pendapatan sebesar Rp560 miliar pada semester I-2012, atau naik sekitar 40 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Peningkatan pendapatan ini karena banyak proyek perumahan yang dikerjakan Perumnas baru dapat direalisasikan pada awal tahun ini. “Sedangkan laba pada semester pertama tahun ini hampir Rp100 miliar,” tutur Himawan.