Jakarta – Perum Perumnas akan fokus menyelesaikan masalah lahan untuk pembangunan rumah susun di perkotaan sebagaimana yang dicanangkan kembali oleh Menteri BUMN Rini Soemarno.

“Keberadaan lahan ini harus dibahas dulu dengan PT KAI, termasuk dengan kondisi peruntukannya. kalau sudah selesai, baru kita bahas tentang pembangunannya. Tentunya kita ingin bangunan bisa dibangun lebih tinggi,” kata Dirut Perumnas Himawan Arief Sugoto, Selasa (24/2).

Pada Senin, (23/2), Rini mendengungkan kembali rencana pembangunan hunian bagi masyarakat menengah ke bawah melalui sinergi BUMN, yang melibatkan Perum Perumnas, PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan BUMN Karya.

Pengembangan tersebut diarahkan untuk hunian di perkotaan di lokasi yang dekat dengan transportasi publik dan tempat bekerja. Setelah urusan keberadaan lahan bisa diselesaikan, pemerintah berupaya memperoleh kelonggaran pada nilai koefisien lantai bangunan terkait pembangunan rumah susun di perkotaan.

“Untuk ketinggian ada kendala juga di KLB (koefisien lantai bangunan). Kalau bisa jadi enam. Nanti, kita bicara dengan Pemda DKI, ” kata Rini.

Keberadaan nilai KLB yang lebih besar untuk pembangunan rusun dapat meningkatkan luas bangunan yang bisa dikembangkan. Bila KLB lebih tinggi, artinyarusun bisa dibangun lebih tinggi dengan jumlah unit yang lebih banyak.

 

Sumber : Bisnis Indonesia (25/2)