Jakarta – Perumnas tengah bersiap untuk mengembangkan apartemen murah yang dikonsep sebagai transit oriented development (TOD) di beberapa stasiun kereta api. Ada 3 stasiun kereta yang akan dibangun apartemen yaitu di Stasiun Bogor, Tanjung Barat, dan Pondok Cina dengan jumlah mencapai 5. 000 unit.

“Ini bagian dari kerja sama antar BUMN, jadi kami bangun di atas tanah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI/Persero) untuk menyediakan hunian kepada masyarakat yang membuat lifestyle-nya efisien karena terintegrasi dengan stasiun kereta,” ujar Bambang Triwibowo, Direktur Utama Permnas kepada housing-estate.com saat penandatanganan MOU pengembangan TOD dengan KAI di Stasiun Juanda, Jakarta, Senin (19/12).

Pengembangan TOD ini juga wujud dari optimalisasi pemanfaatan lahan-lahan strategis di sekitar stasiun untuk dijadikan hunian. Total akan dibangun sebanyak 10 tower dengan TOD terbesar di Bogor yang mencapai 6 tower dan masing-masing 2 tower di Tanjung Barat dan Pondok Cina. Kelebihan lain TOD di Bogor, tower apartemennya akan berada di atas stasiun.

Bambang menyebut apartemen yang akan dipasarkan harganya mulai Rp6 jutaan hingga Rp15 juta/m2. Status kepemilikannya semacam hak pakai selama 30 tahun dan bisa diperpanjang. Hal ini untuk membuat status lahan tetap milik KAI sehingga pengembangan proyek ini bisa dilakukan lebih cepat.

“Konsep TOD ini sejalan dengan peran Perumnas sebagai holding perumahan dan penguatan Perumnas yang diatur PP No.83 Tahun 2015.  Investasi untuk pengembangan 3 TOD ini mencapai Rp2 triliun dan ke depannya akan terus diperbanyak karena di Jabodetabek saja KAI punya 80 stasiun,” pungkasnya.

Sumber : Housing Estate