Program pembangunan sejuta rumah menjadi momentum Perumnas mengokohkan kiprahnya dalam penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dulu Perumnas pioner pembangunan rumah rakyat kemudian surut karena tidak ada dukungan dana pemerintah, dan sekarang dikembalikan ke khitah-nya sebagai penyedia rumah murah.

Menurut Direktur Pemasaran Perumnas Muhammad Nawir, pembangunan rumah murah tetap menjadi fokus Perumnas, pada acara acara diskusi pembangunan sejuta rumah di Jakarta, Selasa (9/5).

Sejak tahun 1980-an Perumnas sudah mengembangkan sebanyak 6 ribu unit rusun yang tersebar di beberapa kota. Saat ini Perumnas tengah menyiapkan pembangunan 21 ribu unit rusun di berbagai kota dan  meremajakan 29 ribu unit rusun yang perizinannya sedang berjalan. Nawir menyebutkan ada sejumlah kendala yang dihadapi dalam pembangunan rusun. Salah satunya belum semua daerah memiliki peraturan daerah (perda) tentang rumah susun. Selain itu pemerintah daerah juga belum punya pemahaman sama mengenai program sejuta rumah. Akibatnya ada beberapa daerah tidak mengizinkan wilayahnya dibangun rusun karena khawatir wilayahnya akan kumuh.

Selain masih memasarkan rusun murah di Kemayoran dan Cengkareng, Jakarta, tahun ini Perumnas  akan membangun rusun di Medan, Palembang, Bekasi, dan Karawang.  Bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Pasar Jaya, Perumnas juga akan mengembangkan rusun di stasiun dan pasar tradisional.

Sumber : housing-estate.com