Bali – Keterlibatan BUMN dalam pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) merupakan hal yang sangat penting sejalan dengan misi BUMN sebagai agen pembangunan. Hal tersebut dilakukan melalui berbagai Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), berupa penyisihan sebagian laba bersih untuk membantu UMK berupa pembiayaan dan Capacity Building.

“Untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, BUMN wajib untuk membantu para pelaku UMK, termasuk juga Perum Perumnas yang tahun ini menganggarkan sekitar Rp 4 miliar untuk dana PKBL”, kata Hakiki Sudrajat, Direktur Keuangan & SDM Perum Perumnas. Hal tersebut disampaikan Hakiki ketika membuka pelatihan bagi petani kopi mitra binaan Perum Perumnas di Kinamani, Bali, tanggal Sabtu (22/7).

Tak kurang dari 20 petani kopi di Desa Manikliyu, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, terlibat dalam pelatihan tersebut. Pihak perum Perumnas telah menyalurkan dana murah PKBL sebanyak Rp 400 juta untuk delapan petani kopi. Jumlah tersebut akan ditambah setidaknya Rp 500 juta pada tahun ini untuk petani kopi lainnya. Suatu hal yang menarik bahwa perkebunan kopi di Desa Manikliyu ini dilakukan secara tumpang sari dengan perkebunan jeruk.

Tidak hanya pembiayaan, para petani ini juga mendapatkan pelatihan dengan bebagai materi sesuai kebutuhan, baik menyangkut penguatan kelompok, manajemen keuangan, teknis produksi, pembuatan produk olahan, pemasaran dan lain-lain. Dengan pelatihan ini diharapkan kinerja usaha dari para mitra binaan bisa lebih meningkat sehingga dana yang mereka terima bisa dimanfaatkan dengan lancar dan optimal bagi pengembangan usahanya.

Kesungguhan Perum Perumnas dalam melaksanakan program ini juga ditunjukkan dengan dirangkulnya PT Permodalan Nasional Madani (Persero) sebagai pelaksana program. Dalam hal ini PNM membantu menyiapkan calon mitra binaan yang dinilai layak untuk dikembangkan usahanya. PNM juga melakukan serangkai pelatihan atau Capacity Building dengan menghadirkan nara sumber yang ahli di bidangnya, serta melakukan pandampingan dan monitor pasca pelatihan.

Kerjasama antara kedua BUMN ini dinilai sangat tepat bukan saja sebagai wujud sinergi antar-BUMN tetapi juga karena PNM sudah berpengalaman dalam pemberdayaan UKM.

“Kemitraan PNM dengan berbagai BUMN termasuk dengan Perum Perumnas sudah berlangsung lama, dengan tujuan untuk membantu meningkatkan kualitas pemanfaatkan dana PKBL di masing-masing BUMN dalam membantu pengembangan ekonomi kerakyatan,” kata Arief Mulyadi, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha PNM.

Pada kesempatan itu juga dilakukan panen raya kopi dan jeruk oleh Direktur Perum Perumnas, Hakiki Sudrajat, didampingi Direktur PNM, Arief Mulyadi.