Kalangan dunia usaha meminta agar regulasi pemerintah bisa berjalan efektif . Ini diperlukan untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan perekonomian nasional. Mereka meminta agar sebelum dikeluarkan peraturan baru disosialisasikan lebih dulu dengan pemangku kepentingan. Khusus sektor properti yang pasarnya sedang lesu agar ada regulasi untuk menstimulasi pertumbuhan sektor ini.

“Sektor properti ini kita titik-beratkan karena merupakan lokomotif perekonomian, ada 174 industri terkait properti sehingga sektor ini memang harus tumbuh kalau tidak akan banyak industri lainnya yang ikut lesu,” ujar Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Rosan P. Roeslani, pada Sarasehan dan Rapat Kerja Nasional Kadin Bidang Properti di Jakarta, Selasa (11/4).

Kadin terus mendorong pertumbuhan sektor properti nasional karena dalam tiga tahun terakhir kondisinya tidak bagus. Pemerintah perlu memahami kondisi ini agar industri properti segera pulih.  Rosan menyebutkan sector property terkait dengan beragam jenis industry bahan bangunan, seperti keramik, baja, semen, jasa konstruksi, jasa perencanaan, cat, elektronik, furnitur, dan menyerap banyak tenaga kerja.

“Makanya sektor properti ini sangat penting. Butuh pemahaman bersama dari seluruh stakeholder khususnya pemerintah untuk menentukan arah kebijakan industri properti yang tepat dan itu harus melibatkan pelaku pasar supaya lebih efektif,” imuhnya.

Mantan Ketua Umum REIyang  menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Properti, Eddy Hussy, mengatakan, pelaku usaha dan asosiasi-asosiasi di bidang properti siap dilibatkan dalam setiap perumusan kebijakan dalam pengembangan industry properti.

“Kami berkomitmen memberikan masukan obyektif dan terlibat aktif menyukseskan setiap  program pemerintah khususnya di bidang perumahan. Perlu kebijakan yang menyeluruh untuk mendorong industri ini bangkit dan perbaikan pada proses perizinan, rencana tata ruang, koordinasi pusat-daerah,  dan penyediaan lahan,” ujarnya.

sumber : Housing-Estate.com