Para pasangan calon Gubernur DKI Jakarta terus menyuarakan program penyediaan perumahan kepada para masyarakat. Tujuannya, agar masyarakat bisa memiliki hunian di tengah kota.

Banyak yang mempertanyakan hunian di tengah kota tidak mungkin bisa dimiliki masyarakat, apalagi dengan harga Rp 350 juta per unit. Apalagi pertumbuhan harga properti yang setiap tahunnya naik antara 18%-20%.

Pendukung Ahok sekaligus Tim Sukses Ahok Emmy Hafild mengatakan, penyediaan perumahan sudah kewajiban bagi calon Gubernur DKI. Apalagi bagi generasi millenial.

“Kalau tidak mampu beli rumah di Jakarta, maka dia hanya mampu beli rumah di Jonggol, atau di Sentul sana, yang kalau kerja membutuhkan 3 jam perjalanan,” kata Emmy saat acara Diskusi Ruang Tengah, Jakarta, Jumat (7/4/2017).

Untuk mengatasi hal tersebut, Emmy menyebutkan, pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarod Syaiful Hidayat menyediakan program perumahan berbasis vertikal atau rumah susun (rusun).

Skemanya pun bisa dengan sewa dan bisa juga dibeli. Namun, untuk yang pembelian tidak bisa dibeli secara utuh, ketika sudah lunas maka masyarakat yang membeli tidak bisa menyewakan atau menjual kepada orang lain.

“Jadi sewa bisa dan dicicil pun bisa, jika ingin jual rusun itu hanya bisa ke pemerintah, karena rusun itu dibangun di atas lahan pemerintah,” jelasnya.

Pada program calon nomor urut 2 ini memastikan, harga hunian yang nantinya dibangun sekitar Rp 350 jutaan. Adapun, syarat untuk bisa menempati dan memiliki rusun tersebut harus memiliki KTP DKI Jakarta.