JAKARTA, INAPEX.co.id – PERUMNAS adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berbentuk Perusahaan Umum (Perum), dimana keseluruhan sahamnya dimiliki oleh Pemerintah. Perumnas itu sendiri di bentuk karena sebagai solusi pemerintah Indonesia dalam menyediakan perumahan yang layak bagi masyarakat menengah ke bawah. Jelang berakhirnya tahun 2017, pihak Perumnas berjanji akan tetap fokus membangun hunian kelas menengah kebawah.

Seperti yang di utarakan Direktur Keuangan dan SDM Perum Perumnas, Eko Yuliantoro, bahwa Perumnas mentargetkan untuk tahun 2018 pembangunan perumahan tipe menengah kebawah akan melebihi pencapaian target tahun 2017 yakni 35.000 unit.

“Kami akan membangun mayoritas rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan porsi 70-80% dari seluruh unit yang kita bangun. Kita memang berusaha memenuhi kebutuhan ini dahulu sesuai mandat dari pemerintah,” jelas Eko di Jakarta, belum lama ini.

Masih katanya, di tahun 2018 dalam pembangunan hunian tipe sederhana itu akan tersebar merata di seluruh Indonesia. Perusahaan akan memasang strategi yang berbeda di tiap wilayah yang dimasuki sebagai target pengembangan.

Perumnas sendiri, lanjut Eko, masih membawa misi pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia dalam hal rumah tinggal yang layak huni. Jadi walaupun market terbesar di Jabodetabek, tapi kita harus kerja membangun perumahan di seluruh Indonesia agar pemerataan tetap terjadi.

Baca Juga :
Ini Kabar Gembira bagi Kalangan MBR yang Ingin Beli Rumah

Perum Perumnas, menurut Eko Yuliantoro, tetap optimis dengan memasang target penjualan di tahun 2018 yang lebih tinggi hingga Rp 3,5 Triliun, atau naik dari target tahun 2017 sebesar Rp 2,8 triliun. Sehingga untuk pencapaian target tahun depan tersebut, pihak Perumnas menggandeng PT KAI dan juga bersinergi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya.

“Pada kuartal ketiga tahun ini, kami sudah mencatat penjualan sekitar Rp1,6 triliun. Kami yakin bisa mencapai target tahun ini karena belum memasukan hasil penjualan beberapa proyek baru. Kami pun yakin tahun depan akan lebih baik lagi,”katanya.

Eko juga mengatakan, perusahaan mengaplikasikan sistem pra cetak pada setiap pengembangan proyek untuk memaksimalkan produksi, efektifitas dan efisiensi baik dari sisi pembiayaan, waktu pengerjaan, hingga kualitas produk. Dengan memakai teknologi pra cetak, pengembang bisa memproduksi hunian dalam jumlah yang lebih besar dan waktu yang hemat dibandingkan dengan teknologi biasa.

sumber : inapex.co.id