Syarat Mendapatkan Rumah KPR

Apakah sahabat Perumnas sudah mendapat  informasi tentang program rumah KPR subsidi? Program Sejuta Rumah yang diadakan sejak 2015 rupanya kembali dilaksanakan tahun ini. Hal ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan hunian pribadi bagi MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) di Indonesia. Sebelum memutuskan mengajukan KPR subsidi, sebaiknya sahabat Perumnas mencermati beberapa syarat berikut ini, ya.

Syarat Rumah KPR Subsidi - Perumnas

  • WNI yang Belum Memiliki Rumah Pribadi

Agar program sejuta rumah berlangsung dengan tepat sasaran, salah satu syarat kepemilikannya adalah WNI yang belum pernah memiliki rumah pribadi. Diharapkan tidak ada masyarakat dari kalangan ekonomi menengah ke atas yang membidik rumah KPR subsidi untuk kebutuhan investasi. Masyarakat yang belum memiliki hunian pribadi dan belum pernah menerima subsidi kepemilikan rumah merupakan target utama dalam Program Sejuta Rumah. Ini karena pemerataan kesejahteraan sedang diupayakan untuk seluruh masyarakat Indonesia agar bisa memiliki hunian pribadi.

  • Syarat Pekerjaan dan Penghasilan

Jika hendak memiliki rumah KPR subsidi, sahabat Perumnas harus telah bekerja pada satu perusahaan minimal selama setahun. Syarat pendapatan untuk memperoleh KPR subsidi adalah maksimal Rp 4 juta untuk pengaju KPR subsidi rumah tapak, serta maksimal Rp 7 juta untuk pengaju KPR rumah susun. Pengaju KPR subsidi juga minimal harus berusia 21 tahun atau sudah menikah.

  • Kelengkapan Dokumen Pribadi

Kelengkapan dokumen pribadi tentu sangat penting untuk menunjang kelancaran pengajuan KPR. Jenis dokumen pribadi yang patut dipersiapkan adalah fotokopi KTP dan KK pemohon, slip gaji terakhir, fotokopi NPWP dan SPT tahunan, fotokopi rekening koran selama tiga bulan terakhir, surat pernyataan belum memiliki rumah, serta surat pernyataan belum pernah menerima subsidi rumah. Jika kelengkapan dokuman tersebut sudah sahabat Perumnas siapkan menjelang pengajuan KPR subsidi, niscaya proses pengajuan KPR akan berlangsung secara cepat dan lancar.

  • Rekam Jejak Bank yang Baik

Pengaju KPR akan kesulitan memperoleh persetujuan KPR jika memiliki rekam jejak transaksi bank yang kurang baik. Orang-orang yang pernah mengalami black list karena tidak membayar kartu kredit, sering terlambat dalam melunasi angsuran, hingga sejumlah catatan buruk lainnya, akan berpengaruh terhadap pengajuan KPR. Sahabat Perumnas sebaiknya mulai mempertimbangkan hal-hal kecil terkait transaksi bank sejak dini. Rekam jejak yang baik akan memudahkan sahabat Perumnas mendapatkan rumah KPR subsidi. Sembari mencari rumah dengan lokasi terbaik sesuai kebutuhan sahabat Perumnas, yuk siapkan dulu syarat-syarat KPR subsidi mulai dari sekarang. Memiliki hunian pribadi tentu akan menjadi pencapaian besar sahabat Perumnas tahun ini.

5 Keuntungan Memiliki Rumah KPR

Beberapa tahun belakangan ini, program rumah KPR yang digagas pemerintah berjalan lancar. Program tersebut membuat kebutuhan primer bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat diwujudkan. Bahkan, bank kini dapat mengakomodasi angsuran rumah untuk para pekerja informal. Hal ini tentu membantu MBR yang belum memiliki hunian pribadi.

Jika Sahabat Perumnas berencana membeli rumah, tak ada salahnya mempertimbangkan dengan cara KPR. Berikut beberapa keuntungan ini bila Sahabat Perumnas membeli rumah KPR.

  • DP Terjangkau

DP (down payment/uang muka) rumah KPR cenderung lebih terjangkau. Sahabat Perumnas bisa mendapatkan rumah dengan DP antara 1-10 persen. Bahkan, pemerintah juga bisa memberikan bantuan DP Rp 4 juta bagi MBR yang benar-benar membutuhkan. Tak ada lagi kendala memiliki rumah karena DP besar yang sulit dicapai.

  • Angsuran Tidak Memberatkan

Pemerintah juga bekerja sama dengan bank untuk membuat besaran angsuran yang tidak memberatkan. Banyak hunian murah yang kini angsurannya hanya Rp 800.000 per bulan selama 15 tahun. Kondisi finansial Sahabat Perumnas tak akan terganggu bila sudah mendapatkan persetujuan kredit pemilikan rumah.

  • Pengembang dengan Reputasi Baik

Kebutuhan dan permintaan rumah murah tinggi kian mendorong pengembang yang reputasinya baik untuk berpartisipasi. Saat ini sudah cukup banyak pengembang properti besar yang mulai menghadirkan rumah dengan cara KPR untuk memilikinya. Tak hanya menguntungkan bagi MBR, pengadaan hunian murah juga baik bagi pengembang properti. Perputaran modal akan berlangsung lancar jika masyarakat tidak kesulitan membeli rumah.

  • Material Berkualitas

Sahabat Perumnas tak perlu khawatir dengan kualitas bangunan rumah. Harga murah tidak membuat pengembang properti mengabaikan kualitas bangunan. Untuk memudahkan masyarakat yang ingin membeli rumah, pihak pengembang properti biasanya menyiapkan rumah contoh. Sahabat Perumnas bisa mengamati kualitas bangunan dan desain rumah contoh sebelum memutuskan untuk membeli.

  • Lokasi Strategis

Banyak pengembang properti yang sudah menyiapkan lahan besar di lokasi strategis. Lahan besar tersebut kemudian digunakan untuk membangun rumah murah yang jumlah permintaannya kian meningkat. Pembangunan unit-unit hunian murah juga didukung akses jalan raya memadai dan tidak terlalu jauh dari pusat kota. Sahabat Perumnas bisa memilih rumah yang lokasinya berdekatan dengan tempat kerja atau rumah anggota keluarga lain.

Keunggulan-keunggulan ini tentu membuat Sahabat Perumnas semakin termotivasi untuk memiliki rumah dengan cara KPR. Penuhi kebutuhan primer tersebut dalam waktu dekat melalui dukungan dari pemerintah, bank, dan pengembang properti terpercaya.

Sumber:

finance.detik.com/read/2015/11/10/091053/3066553/1016/ini-syarat-dapat-subsidi-kpr

properti.kompas.com/read/2015/11/09/190000121/Sebelum.Memilih.KPR.Simak.Tips.Berikut

wartakota.tribunnews.com/2014/06/24/ini-syaratnya-dapatkan-rumah-bersubsidi-bebas-ppn

properti.kompas.com/read/2017/02/24/214028621/soal.uang.muka.nol.persen.ini.kata.menteri.pupr.dan.dirut.btn

properti.kompas.com/read/2017/02/24/201247321/btn.resmi.luncurkan.kpr.untuk.pekerja.informal

finance.detik.com/ekonomi-bisnis/921839/tips-membeli-rumah-bersubsidi

Diakses pada:

25 Februari 2017