Good Corporate Governance

GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG)

Tatakelola perusahaan yang baik atau good corporate governance selanjutnya disingkat dengan GCG adalah proses untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan akuntabiltas perusahaan guna mewujudkan nilai Pemilik Modal/RPB dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders perusahaan berlandaskan peraturan dan nilai etika. Stakeholders perusahaan antara lain pemilik, kreditor, pemasok, asosiasi usaha, karyawan, pelanggan, pemerintah dan masyarakat luas.

Pedoman Good Corporate Governance (GCG) Perum Perumnas ini merupakan wujud komitmen dan langkah proaktif manajemen untuk menerapkan tata kelola yang lebih baik bagi perusahaan. Upaya ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dengan dikeluarkannya SK Menteri BUMN Nomor 117/MBU/2002 yang mewajibkan penerapan praktik good corporate governance sebagai landasan operasional pengelolaan BUMN. Sejalan pula dengan ditetapkannya Undang-undang BUMN yang di dalamnya terkandung pengelolaan BUMN dengan berlandaskan praktik dan prinsip good corporate governance.

Dalam sistem perekonomian nasional, BUMN (termasuk Perum) memiliki peran strategis sebagai pelaksana pelayanan publik, penyeimbang kekuatan-kekuatan swasta besar dan turut membantu pengembangan usaha kecil/koperasi disamping sebagai sumber penerimaan negara yang signifikan. Untuk dapat mengoptimalkan peran tersebut dan mampu mempertahankan keberadaannya dalam perkembangan ekonomi yang semakin terbuka dan kompetitif, BUMN perlu menumbuhkan budaya perusahaan dan profesionalisme melalui penerapan good corporate governance dalam sistem pengelolaan BUMN.

Perusahaan Umum Perumahan Nasional (Perum Perumnas) adalah perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh negara. Pemilik mendelegasikan kewenangan pengawasan kepada Dewan Pengawas sementara Direksi adalah organ perusahaan yang melaksanakan dan bertanggung jawab penuh atas pengelolaan perusahaan untuk kepentingan dan tujuan Perum Perumnas serta mewakili Perum Perumnas, baik di dalam maupun di luar pengadilan (persona standi in judicio)

TUJUAN GCG

Tujuan penerapan prinsip-prinsip good corporate governance pada Perum Perumnas adalah:

  1. Memaksimalkan nilai perusahaan dalam bentuk peningkatan kinerja (high performance) serta citra perusahaan yang baik (good corporate image).
  2. Mendorong pengelolaan perusahaan secara profesional, transparan dan efisien serta memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemandirian organ perusahaan.
  3. Mendorong organ perusahaan dalam membuat keputusan dan menjalankan tindakan dilandasi dengan nilai etika/moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta kesadaran akan adanya tanggungjawab sosial perusahaan terhadap stakeholders.
  4. Mendorong pengelolaan sumber daya dan risiko perusahaan secara lebih efisien dan efektif.
  5. Mengurangi potensi benturan kepentingan organ perusahaan dan pekerja dalam menjalankan bisnis perusahaan.
  6. Menciptakan lingkungan usaha yang kondusif terhadap pencapaian tujuan perusahaan.

Selengkapnya tentang GCG, dapat mengunduh Pedoman GCG dibawah ini :

BENTURAN KEPENTINGAN

Pengertian

Benturan  Kepentingan,  adalah  situasi  atau  kondisi  dimana  Insan  Perum Perumnas  yang  karena  jabatan/posisinya,  memiliki  kewenangan  yang berpotensi dapat disalahgunakan baik sengaja maupun tidak sengaja untuk kepentingan lain sehingga dapat mempengaruhi kualitas keputusannya, serta kinerja hasil keputusan tersebut yang dapat merugikan bagi Perusahaan.

Latar Belakang

Perum Perumnas yang selanjutnya disebut “Perusahaan” terus melaksanakan  penerapan  prinsip-prinsip  GCG  secara  konsisten  dan berkesinambungan  dalam  melaksanakan  pengelolaan  Perusahaan.  Dalam menjalankan bisnisnya senantiasa dituntut untuk melaksanakannya dengan penuh amanah, transparan dan akuntabel.

Dalam  rangka  membangun  kerjasama  yang  harmonis  dan  meningkatkan nilai  Perusahaan,  maka  kegiatan  usaha  Perusahaan  tidak  terlepas  dari hubungan  dan  interaksi  dengan  para  Pemangku  Kepentingan  maupun pihak-pihak  lainnya.  Namun  demikian,  dalam  menjalankan  hubungan  dan interaksi  tersebut  senantiasa  terdapat  potensi  terjadinya  situasi  Benturan Kepentingan  yang  mungkin  tidak  dapat  terhindarkan  antara  satu  pihak dengan pihak lainnya.

Kurangnya  pemahaman  terhadap  Benturan  Kepentingan  dapat menimbulkan penafsiran yang beragam dan memberikan pengaruh negatif terhadap pengelolaan Perusahaan. Oleh karena itu, Perusahaan menyadari pentingnya  sikap  yang  tegas  terhadap  penanganan  Benturan  Kepentingan yang terjadi di Perusahaan, sehingga dapat tercipta pengelolaan Perusahaan yang  baik,  serta  hubungan  yang  harmonis  dengan  seluruh  Pemangku Kepentingan maupun pihak-pihak lainnya dalam pelaksanaan kerjasama dan interaksi dengan Perusahaan.

Dengan demikian, maka disusunlah Pedoman Benturan Kepentingan ini yang berpedoman  kepada  peraturan  perundang-undangan  yang  berlaku,  serta diselaraskan dengan Pedoman Tata Kelola Perusahaan (Code of Corporate Governance) dan Pedoman Perilaku (Code of Conduct), serta nilai-nilai yang berlaku di Perusahaan.

Maksud, Tujuan dan Manfaat

a)  Sebagai  Pedoman  bagi  Insan  Perum  Perumnas  untuk  memahami, mencegah dan menanggulangi Benturan Kepentingan di Perusahaan.

b)  Sebagai  Pedoman  bagi  Insan  Perum  Perumnas  dalam  mengambil sikap yang tegas terhadap Benturan Kepentingan di Perusahaan untuk mewujudkan pengelolaan Perusahaan yang baik.

c)  Mewujudkan  pengelolaan  Perusahaan  yang  bebas  dari  segala  bentuk Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Download Pedoman Benturan Kepentingan

PENGENDALIAN GRATIFIKASI

Latar Belakang

Kegiatan  bisnis umumnya  melibatkan  banyak  pihak dan  penting  untuk  menjalinkerjasama  dan  hubungan  yang  harmonis,  serasi,  berkesinambungan  dan  sesuaidengan prinsip-prinsip  tata  kelola  Perusahaan  yang  baik  (Good  CorporateGovernance).  Salah  satu  hal  yang  sering  tidak  terhindarkan  dalam  hubungan  bisnisadalah pemberian  dan/atau  permintaan  gratifikasi  dari  salah  satu  pihak  kepadapihak lainnya. Dalam pelaksanaan bisnis di Perusahaan, Insan Perum Perumnas juga tidak  terhindarkan  dari  gratifikasi  dan  berpotensi  menimbulkan  benturankepentingan  yang  dapat  mempengaruhi  independensi,  objektivitas  maupunprofesionalisme dalam pengambilan keputusan. Dengan terdapatnya potensi resiko tersebut, maka untuk menjaga hubungan denganpemangku  kepentingan  tetap  harmonis,  dipandang  perlu  untuk  dilakukan pengaturan  Pedoman  Pengendalian  Gratifikasi  yang  selaras  dengan  pedoman  Tata Kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), Pedoman Perilaku (Code of Conduct) dan nilai-nilai yang berlaku di Perusahaan. Pengaturan  ini  penting  untuk  mendorong  terwujudnya  peningkatan  integritas  di lingkungan Perum Perumnas sehingga perlu dibudayakan di lingkungan Perusahaan sebagai  suatu proses  pembelajaran  bagi  Insan  Perum  Perumnas  yang  mempunyai harkat,  martabat  dan  citra  yang  tinggi  dalam  hubungan  bisnis  dengan  parapemangku kepentingan.

Tujuan

Tujuan penyusunan pedoman pengendalian gratifikasi ini sebagai berikut :

1. Mewujudkan Insan Perum Perumnas yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

2. Mengutamakan  kepatuhan  pada  hukum  dan  peraturan  perundang-undangan yang berlaku serta senantiasa mengutamakan kepentingan Perusahaan di atas kepentingan pribadi, keluarga, kelompok ataupun golongan.

3. Berkomitmen  untuk  menerapkan  prinsip-prinsip Tata  Kelola  Perusahaan  yang baik (Good Corporate Governance) serta Pedoman Perilaku (Code of Conduct) dan nilai-nilai yang berlaku di Perusahaan.

Prinsip Dasar

Prinsip  Dasar  dalam  penyusunan  pedoman pengendalian gratifikasi  ini  sebagai berikut :

1. Penolakan Terhadap Gratifikasi

Insan Perum Perumnas wajib menolak apabila ditawarkan dan/atau diberikan hadiah/cinderamata  dan  hiburan  secara  sopan  dan  santun  serta  melaporkan kepada  UPG  Perum  Perumnas  dan  dilarang  memberikan  atau  menawarkan gratifikasi  dalam  bentuk  apapun  kepada  lembaga  pemerintah,  perseorangan, ataupun  kelembagaan untuk  manfaat  sebagaimana  diatur  dalam  ketentuan peraturan perundang-undangan.

2. Penerimaan Gratifikasi

Insan  Perum  Perumnas dilarang menerima  gratifikasi  baik  secara  langsung maupun tidak langsung, baik atas inisiatif sendiri maupun orang lain dari setiap pihak  yang  memiliki  hubungan  bisnis  atau  pesaing  untuk  mendapatkan informasi,  atau  sesuatu  hal  yang  tidak  dibenarkan  peraturan  perundangundangan  yang  berlaku,  atau  mempengaruhi  pihak  yang  dimaksud  untuk melakukan  dan/atau  tidak  melakukan  sesuatu  hal  yang  berkaitan  dengan jabatan/wewenang.

3. Pemberian Gratifikasi

Insan  Perum  Perumnas dilarang  memberi gratifikasi  baik  secara  langsung maupun tidak langsung, baik atas inisiatif sendiri maupun orang lain dari setiap pihak  yang  memiliki  hubungan  bisnis  atau  pesaing  untuk  mendapatkan informasi,  atau  sesuatu  hal  yang  tidak  dibenarkan  peraturan  perundang undangan  yang  berlaku,  atau  mempengaruhi  pihak  yang  dimaksud  untuk melakukan  dan/atau  tidak  melakukan  sesuatu  hal  yang  berkaitan  dengan jabatan/wewenang.

Pelaporan Gratifikasi

1. Melakukan pelaporan gratifikasi berarti telah melindungi diri sendiri dan keluargadari peluang dikenakannya tuduhan tindak pidana suap.

2. Insan Perum Perumnas dan pihak terkait yang mengetahui adanya pelanggaranterhadap  ketentuan  yang  terdapat  pada  pedoman  pengendalian  gratifikasi  ini, agar  segera  melaporkan  pelanggaran  dimaksud  sesuai  dengan  ketentuan  yang berlaku di Perusahaan kepada UPG.

UPG Perum Perumnas

Sekretaris Perusahaan

Wisma Perumnas

Jl. D.I. Pandjaitan Kav.11

Telp : 021-8194807

Email : sekper@perumnas.co.id

Download Buku Pedoman Pegendalian Gratifikasi

STANDAR ETIKA PERUSAHAAN

Pengertian

Etika  Usaha  merupakan  sistem  nilai  atau  norma  yang  dianut  oleh Perusahaan sebagai acuan Karyawan, Direksi, Komite-Komite dan Dewan Pengawas untuk berhubungan dengan Stakeholdersdengan berpegang teguh pada nilai-nilai Perusahaan.

Etika kerja adalah sistem nilai atau norma yang digunakan oleh Insan Perum Perumnas yaitu seluruh Karyawan, Direksi, Komite-komite dan Dewan Pengawas Perum Perumnas dalam pelaksanaan kerja sehari-hari.

Latar Belakang

Pedoman Perilaku disusun sejalan dengan budaya Perusahaan yang diperlukan guna mewujudkan visi, misi dan tujuan Perusahaan. Penerapan perilaku dan budaya Perusahaan bersama-sama dapat menciptakan iklim yang sehat dan kondusif bagi lingkungan kerja Perusahaan.Perum Perumnas menyadari dan mempunyai komitmen untuk melaksanakan  praktik-praktik  yang  baik  (Good Corporate Governance) atau Tata Kelola Perusahaan yang baik sebagai bagian dari usaha untuk pencapaian Visi dan Misi Perusahaan.Namun, Perusahaan juga menyadari bahwa setiap Insan Perum Perumnas yang terdiri dari Karyawan, Direksi, dan Dewan Pengawas memiliki nilainilai dasar perilaku yang beragam, sehingga perlu penyamaan komitmen agar efektivitas dalam penerapan tata kelola Perusahaan dapat tercapai.Agar  setiap  Insan  Perum  Perumnas  dapat  memiliki  petunjuk  (guidance) yang sama dalam bertindak dan berperilaku, selain dibutuhkan pedoman tata kelola Perusahaan, juga diperlukan edoman perilaku Perusahaan (Code of Conduct) yang berlaku dan harus ditaati.

Komitmen Perusahaan

Perum Perumnas berkomitmen untuk mengimplementasikan GCG secara konsisten yang salah satunya dilakukan melalui implementasi Pedoman Etika Perusahaan (Code of Conduct). Perum Perumnas juga berkomitmen untuk mencapai level yang lebih baik dari pelaksanaan nilai-nilai budaya dan etika bisnis yang ada.Untuk mencapai hal tersebut maka Seluruh Insan Perum Perumnas dan stakeholders Perusahaan  harus  menjunjung  tinggi,  berperilaku  sesuai dengan  nilai-nilai  dan  standar  perilaku,  serta  tidak  mengedepankan kepentingan  pribadi  diatas  kepentingan  Perusahaan  untuk  mencegah situasi  yang  dapat  menimbulkan  benturan  kepentingan  yang  tercantum dalam Pedoman Etika Perusahaan ini.

Tujuan

Pedoman ini bertujuan untuk menjadi pedoman bagi perilaku pada aspekaspek etika bisnis Perusahaan dan etika kerja, Karyawan, Direksi dan Dewan Pengawas dalam melaksanakan tugas baik di Perusahaan maupun di luar Perusahaan.Pedoman ini juga sebagai bentuk kebijakan Perusahaan dalam menghargai dan  menghormati  kemajemukan  sehingga  terjalin  kerjasama  dan kebersamaan dengan menciptakan etos dan lingkungan kerja yang sehat dan kondusif agar produktifitas dan kualitas terjaga.Perusahaan berkeyakinan bahwa penerapan sikap dan perilaku yang konsisten dengan budaya Perusahaan akan berpengaruh terhadap kinerja Perusahaan.
Download Buku Pedoman Standar Etika Perusahaan