Bekasi, 22Agustus 2016–  Bertepatan dengan Hari Perumahan Nasional, Perum Perumnas didukung oleh Kementerian BUMN dan PUPR meluncurkan salah satu produk Rusunami, Sentraland Bekasi sekaligus meresmikan penghunian rusunami Kemayoran, yang keduanya merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah dalam menyediakan hunian layak dengan harga terjangkau melalui program satu juta rumah di Indonesia. Berbaregan juga, pada hari ini  dilaksanakan peletakan batu pertama pada proyek strategis Perumnas lainnya di wilayah Lampung dan Garut.

Perayaan Hapernas menjadi salah satu tonggak penting dalam rangka menyatukan semua elemen untuk menciptakan iklim properti yang produktif.Hal ini dapat terlihat dengan semakin membaiknya daya beli masyarakat untuk membeli produk hunian.

Basuki Hadimuljono selaku menteri PUPR menegaskan bahwa Perayaan HAPERNAS ini sengaja dilakukan di proyek rusunami Sentraland Bekasi milik Perumnas sebagai bukti dukungan pemerintah untuk mendorong berbagai pihak dalam penyediaan suplai hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Rusunami Sentraland Bekasi nantinya akan dibangun 5 Tower dimana pada tahap pertama ini akan memiliki 1,117 unit. Pertumbuhan kota Bekasi sangat pesat sebagai kota penyangga Jakarta membuat Bekasi menjadi lokasi hunian favorit para kaum urban.Selain itu kota Bekasi yang tumbuh sebagai kota Industri membutuhkan banyak hunian untuk menampung para pekerja, terang Bambang Triwibowo selaku Direktur Utama Perum Perumnas

Proyek strategis Perumnas lainnya, akan dibangun sekitar 1,100 unit rumah tapak diatas tanah 17 ha dimana termasuk di dalamnya tipe Rumah Sejahtera Tapak (RST) di wilayah Garut. Tidak jauh berbeda, di wilayah Lampung, Perumnas akan mengembangkan sekitar 980 unit rumah tapak bersubsidi berbasis cluster, dimana merupakan konsep pertama di Lampung, terang Bambang.

Bersama dengan Kementerian PUPR, terdapat beberapa langkah strategis diantaranya (1) Perum Perumnas akan diperkuat melalui pelaksanaan PP 83 nya yang ditujukan untuk merumahkan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) meliputi di dalamnya pegawai negeri sipil baik di tingkat pemerintah daerah maupun pusat, pegawai non formal, TNI Polri dan pekerja lainnya; (2) Mengarahkan Perumnas sebagai pengelola jual beli untuk rumah MBR kedepannya. Perumnas akan ditempatkan sebagai badan off taker yang akan melakukan pembelian kembali rumah yang dimiliki MBR setelah 5 tahun, untuk rumah tapak dan setelah 20 tahun untuk format rumah susun. (3) Perumnas akan ditugaskan sebagai pengembang rumah khusus, meliputi di dalamnya rumah kumuh, rumah pedalaman, rumah perbatasan dan lain-lain.

Perumnas selaku BUMN yang memiliki perhatian khusus dalam hal pembangunan hunian untuk rakyat akan senantiasa mendukung dan menyukseskan program pemerintah, sehingga nantinya kesejahteraan papan dapat terwujud sesuai dengan target pemerintah dalam mengurangi angka backlog perumahan yang semakin membengkak setiap tahunnya.

Langkah strategis kementerian BUMN dalam bidang perumahan adalah dengan sedang digodognya wacana pembetukan holding perumahan. Hal ini tidak hanya ditujukan untuk mempercepat program pemerintah dalam pewujudan 1 juta rumah, tetapi juga penguatan BUMN  sebagai agen pembangunan perumahan nasional.

Dengan terdapatnya penguatan pendanaan, diharapkan lebih dari 1 juta unit rumah dalam bentuk konsep milik maupun sewa dapat terbangun dan terkelola, tandas Bambang.

Perayaan HAPERNAS tahun ini diselenggarakan serentak dibeberapa daerah di seluruh Indonesia diantaranya, Lampung, Bekasi, Garut dan Yogyakarta. Kementerian PUPR bersama dengan Perumnas akan terus mendukung program sejuta rumah melalui berbagai proyek stategis di seluruh Indonesia.

Saat ini perumnas tengah mengembangkan 12 proyek strategis dengan format vertical diantaranya Sukaramai Medan, Ilir Barat Palembang, Jakabaring Palembang, Cengkareng, Pulo Gebang Jakarta, Kemayoran, Karawang, Bekasi, Bandung, Semarang, Surabaya dan Makassardan rusunami Sentraland Bekasi ini adalah salah satunya. Diharapkan nantinya Sentraland Bekasi ini akan menjadi salah satu icon Bekasi selaku kota penyangga Jakarta dalam rangka mengurangi backlog hunian di seputaran Jabodetabek, lanjut Bambang

Dalam menyukseskan program sejuta rumah dibutuhkan kerjasama yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN dan swasta, oleh karena itu Hari Perumahan Nasional tahun 2016 ini diharapkan mampu menjadi perekat seluruh elemen untuk ikut berperan aktif guna memberikan bukti nyata dalam rangka kemajuan ekonomi nasional dan tentunya dalam mewujudkan kesejahteraan kepada seluruh rakyat Indonesia, tutupnya.