Direktur Proyek Sentra Timur Residence Windoko mengatakan penjualan menara Shappire yang dikembangkan Kerjasama Operasi (KSO) Perum Perumnas dan PT Bakrieland Development Tbk (Elty) melalui unit usahanya PT Bakrie Pangripta Loka (BPL) sudah mencapai 70 persen.

“Dari total 607 unit, tersisa 30 persen yang belum terjual. Penjualannya senilai Rp 200 miliar,” kata Windoko kepada KompasProperti, Jumat (10/11/2017).

Menara Shappire merupakan bagian dari Sentra Timur Residence dengan total 5 menara Tahap 2 yang terdiri dari 2.032 unit apartemendan kios.

Menara ini dipatok dengan harga perdana lebih tinggi ketimbang menara-menara lainnya karena mengusung konsep desain terbaru lebih modern karena banyak dipengaruhi oleh unsur kaca.

Harga perdana menara Shappire saat dipasarkan pada 2016 sekitar Rp 260 juta per unit. Saat ini, harga tersebut sudah menembus angka Rp 300 jutaan per unit.

Windoko memastikan harga menara Sapphire akan naik setelah seremoni penutupan atap pada kuartal 23 November 2017.

Untuk diketahui, hingga saat ini tingkat okupansi Sentra Timur Residence hampir 100 persen dari enam menara yang sudah dibangun sebelumnya dengan total 2.375 unit.

 Sumber : properti.kompas.com