Perum Perumnas akan memperbanyak pembangunan hunian berkonsep transit oriented development (TOD) dekat stasiun kereta. Akhir tahun lalu Perumnas meneken kerja sama dengan PT Kereta Api  Indonesia (KAI) untuk mengembangkan hunian TOD di Stasiun Bogor, Tanjung Barat, dan Pondok Cina. Huniannya berupa rumah susun sebanyak 5 ribu unit.

Pembangunan rusun di Stasiun Pondok Cina, Depok, menurut Direktur Pemasaran Perumnas Muhammad Nawir belum bisa dimulai karena masih terganjal perizinan. Untuk pembangunan hunian vertikal di Depok ada ketentuan jalannya memadahi dengan lebar yang ditetapkan Pemkot Depok. “Rencananya proyek ini bisa mulai dibangun bulan-bulan ini, tapi kita harus memenuhi persyaratan pemkot dulu dan ini lagi dibahas karena kita harus membebaskan lahan milik Universitas Gunadarma,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Rabu (3/5).

Universitas Gunadarma prinsipnya sudah menyetujui pembebasan lahan untuk jalan masuk ke kawasan Stasiun Pondok Cina. Polanya bukan dengan jual-bali tapi tukar guling dengan lahan milik Perumnas di Pulogebang, Jakarta Timur. Saat ini masih dibahas mengenai teknis tukar guling lahan kedua belah pihak termasuk proses penghitungan nilai asetnya.

“Kebetulan Gunadarma mau bikin kampus di Pulogebang dan tanah kita di sana cukup luas. Prioritas kami bukan hanya di Pondok Cina, nanti di Stasiun Tanjung Barat juga akan segera dibangun. Investasi untuk membangun apartemen di 3 stasiun ini Rp2 triliun dan akan terus diperbanyak karena di Jabodetabek ada 80 stasiun,” pungkasnya.

Sumber : housing-estate.com