JAKARTA— Perum Perumnas menaikkan target pembangunan rumah pada 2017. Sedangkan hingga Desember 2016, Perumnas membangun 18 ribu hunian.

“Kami meningkatkan target pembangunan rumah hingga dua kali lipat pada 2017 dibanding realisasi tahun 2016,” kata Bambang Triwibowo, direktur utama Perumnas, dalam publikasinya di Jakarta, Kamis (19/1).

Tahun ini, kata dia, Perumnas akan membangun beberapa proyek strategis di antaranya konsep transit oriented development (TOD), revitalisasi rumah susun, dan sinergi dengan BUMN. Lalu, sinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan sinergi dengan Kementerian PUPR. “Disamping itu melanjutkan proyek-proyek perumahan yang ada di daerah-daerah,” tuturnya.

Menurut dia, bekerjasama dengan PT KAI, Perumnas membangun proyek dengan sistem yang sama sekali baru yaitu dengan konsep TOD. Mengusung konsep itu Perumnas membangun Rusunami di tiga stasiun commuter line, stasiun Bogor, stasiun Pondok Cina Depok dan stasiun Tanjung Barat Jakarta, sebagai tahap awal. Rencananya terbangun sekitar 4.980 unit di tiga lokasi tersebut. “Kedepannya kami akan mensurvey sekitar 80 stasiun commuter line yang memiliki potensi untuk dikembangkan rusunami berkonsep TOD,” ujar Bambang.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Perumnas Muhammad Nawir menambahkan bahwa target Perumnas 2017 meningkat cukup besar sehingga hasil kinerja bisnis korporasinya akan meningkat tajam.

Perumnas tengah merencanakan beberapa proyek revitalisasi rumah susun, tersebar di beberapa lokasi, di antaranya Sukaramai Medan, Ilir Barat Palembang, dan Kebon Kacang Jakarta. Lalu, Tanah Abang Jakarta, Klender Jakarta dan Cengkareng Jakarta, dengan total kurang lebih 23,250 unit akan terbangun. “Selain itu, Perumnas sudah menandatangani kerjasama dengan PT Pertani untuk membangun sekitar 5.000 unit di lahan milik PT. Pertani sebagai wujud sinergi BUMN,” kata dia.

 

Backlog Perumahan

Muhammad Nawir menambahkan, Perumnas juga akan mendapat penugasan untuk membangun rusun diatas tanah seluas kurang lebih 10 hektare (ha) lahan milik kementerian PUPR. Diproyeksikan terbangun 7.100 unit hunian, saat ini Kementerian sedang menunggu Perpres sebagai implementasi dari perwujudan PP 83 tahun 2015.

Berdasarkan hasil survey internal Perumnas, didapatkan hasil bahwa 60% kebutuhan hunian terdapat di kota Jakarta. Mengacu pada hasil survey tersebut Perumnas berinisiatif bersama-sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dalam pembangunan rumah susun untuk Pemprov DKI. “Kerjasama ini merupakan salah satu prioritas Perumnas yang akan dilaksanakan tahun ini,” tegas Bambang.

Sesuai dengan program pemerintah, untuk membentuk Holding Perumahan, hal itu diyakini akan menambah kapasitas produksi hunian sehingga dapat mempercepat proses ketersedian hunian bagi masyarakat. Hal ini mengingat rasio kebutuhan hunian nasional mencapai 800 ribu unit per tahun sedangkan suplai nya baru mampu membangun maksimal di 400 ribu unit. Disamping tentu saja mengejar backlog yang masih sekitar 13 juta unit.

Guna menekan backlog, pemerintah menggulirkan Program Sejuta Rumah sejak 2015. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebelumnya menegaskan bahwa pihaknya optimistis pencapaian program Sejuta Rumah lebih baik pada 2017. Optimisme itu setelah merujuk capaian dua tahun sebelumnya serta masih tingginya kebutuhan hunian di Tanah Air.

“Tahun 2015, capaian program satu juta rumah sekitar 700 ribuan unit dan 2016 sebanyak 805.169 rumah, maka 2017 kami lebih optimistis untuk bisa ditingkatkan. Apalagi kebutuhan rumah bagi masyarakat di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya dan backlog masih tinggi,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, di Jakarta, baru-baru ini.

Sumber : Investor Daily